Budaya Dayak Eksis di Tanah Jawa

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Budaya Dayak Eksis di Tanah Jawa

SANGGAR BAJUANG'K SANGGAU, KENALKAN BUDAYA KALIMANTAN DI MALANG

MALANG, BRP - Sanggar Bajuang'k besutan ikatan Keluarga Besar Anak Sanggau ( Ikbas ) di Malang, terus berupaya dan senantiasa berjuang untuk memperkenalkan budaya kalimatan di malang.

Dibawah komando, Suprianus Suprianto Iyan, mahasiswa asal

desa sebuduh, kecamatan kembayan, sanggau yang sedang menyelesaikan studi akhirnya di Universitas Tribuana Tungadewi, Jurusan Ilmu Admininstarsi Negara.

Baginya, memperkenalkan  Budaya Kalimantan Barat merupakan sebuah kebanggaan bersama sekitar 20 orang termasuk Penari dan Pemusik.

Di Malang Jawa Timur, mereka sudah banyak tampil diberbagai acara dan aktif dalam perlombaan dimanapun.

Satu bulan terakahir ini mereka baru saja mengikuti Lomba di Taman Krida pada tanggal 7 Oktober 2017 yang di selenggarakan oleh Kalimantan Timur bertempat di Universitas Tribuana Gungadewi yang diikuti 20 peserta dari berbagai daerah  kalimantan. Dalam lomba ini.

" kami mendapatkan Juara satu ". Ujar Eli, salah satu penari dari sanggar ini yang juga pernah diundang mengisi acara diluar Malang seperti Mejokerto, Ngantang, Pujiharjo dan Batu.

Kemarin ( 12/11-red ) kembali mendapat undangan lagi untuk mengisi acara dalam rangka memperkenal semua Budaya se- Nusantara termasuk Budaya Kalimantan di Taman Bacaan.

" kami kenalkan, Tarian, alat musik, Bahasa ". Tambah Ucok, Ketua Umum Orda IKBAS.

Berbagai pertanyaan yang harus kami jawab, seperti perbedaan sebutan kalimantan dengan Borneo, makanan khas kalimantan barat, suku dan agama yang ada dikalimantan, kekayaan yang dimiliki misalnya tugu khatulistiwa dan sungai kapuas.

Lagu daerah, makna motif pada baju adat dayak, burung khas kalimantan beserta makna dari burung dan bulunya dan Asal mula nama pontianak.

" kami disini seperti diskusi, banyak sekali yang mereka ingin tahu tentang Budaya Kita ". ungkap Eli kembali.

Untuk 26/11, kembali diminta untuk mengisi acara di RRI Parade Budaya Kebangsaan. Dan 10/11/17 mendatang juga mendapat undangan di sengkaling dan di gereja untuk mengisi acara.

Satu dosen seni dan budaya di Universitas Tribuana Tungadewi, Agung yang sangat menyukai budaya kalimantan Barat sebagai promotor terbentuknya perkumpulan sebagai sarana memperkenalkan budaya di tanah jawa.

" berkat dia_lah, kami bisa menyalurkan bakat kami, kami pun punya banyak relasi ". Ungkap Tole, sapaan akrab suprianus.

Diakuinya, Kendalanya hanya pada alat musik, kami masih menggunakan alat musik yang disediakan dari kampus kami. Sulit terkadang mengunakan alat musik bersamaan dengan yang lain hingga kami terkadang mengalah.

" Pada dasarnya alat musik itupun bukan alat musik dari kalimantan tapi alat musik Jawa. Sebagian juga kami sudah punya alat musik sendiri seperti Jimbe, sape, suling, beduk. Sebagian alat musik ini kami memanfaatkan dari barang bekas. Kami sedang mengusahakan untuk mempunyai alat musik sendiri. Agar kami bisa menyalurkan dari hobby kami ". Harap Tole.

Sampai saat ini warga Malang sudah tidak asing dengan suku Dayak. Karena suku dayak khususnya di kota Malang sudah terkenal berkat para memuda pemudi kalimantan barat yang aktif dalam organisasi maupun aktif sebagai mahasiswa rantau di Malang.

Oleh   : A. Bety Damayanti
Editor : Robiantinus Hermanto