Waka Polres Sanggau, Pulung: Ayo Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Waka Polres Sanggau, Pulung: Ayo Dukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

SANGGAU, BRP - Waka Polres Sanggau Kompol Pulung mendukung program gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas). Program ini digaungkan kembali ditengah masyarakat pada apel hari kesehatan Nasional ke 53 di Sanggau, Selasa (14/11/2017).

"Ayo kita dukung gerakan hidup sehat,"himbau Kompol Pulung.

Pada kesempatan itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi, menjadi pembina upacara dalam rangka apel peringatan Hari Kesehatan Nasioanl (HKN) ke-53 tahun 2017, tingkat Provinsi Kalimantan Barat itu.

Upacara HKN kali ini, selain dihadiri Forkopimda Kabupaten Sanggau, juga diikuti oleh seluruh OPD, dan pegawai di lingkungan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009, dinyatakan bahwa program Indonesia sehat diawali melalui pendekatan keluarga, dengan menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan.

“Lingkungan keluarga, memberikan dasar bagi seseorang untuk memiliki kebiasaan, prilaku dan gaya hidup yang sehat,” kata Bupati Sanggau, Paolus Hadi, saat membacakan amanat menteri kesehatan Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Menteri Kesehatan RI, telah mengeluarkan peraturan menteri kesehatan nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta  peraturan menteri kesehatan nomor 43 tahun 2016, tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan, dimana terdapat 12 indikator pelayanan dasar yang harus di lakukan kabupaten /kota, yang pencapaiannya harus 100 persen.

Sebagian besar indikator SPM bidang kesehatan, beriringan dengan 12 indikator keluarga sehat, dimana  terdapat 8 indikator keluarga sehat. Sementara, 4 indikator keluarga sehat yang tidak terkait dengan SPM yaitu merokok, jamban sehat, akses terhadap air bersih dan anggota JKN.

Pembangunan kesehatan juga perlu melibatkan lintas sektor melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia, diantaranya yang masih tinggi, adalah angka kematian ibu, kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular.

“Ini harus segera di selesaikan, jika kita ingin meningkatkan kualitas saat ini dan masa yang akan datang. Ia mengingatkan kepada kepala dinas, kepala puskesmas untuk mengarahkan seluruh potensi yang di miliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan tersebut,” tegasnya.

Oleh: Redaksi Betang Raya Post