Jenderal Bambang Jamin Keamanan Wilayah Kalbar

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Jenderal Bambang Jamin Keamanan Wilayah Kalbar

Marinir dan Senyum Gubernur Cornelis

PONTIANAK, BRP - Senyum yang dilayangkan Gubernur Kalbar Cornelis kepada Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono ketika turun dari kendaraan dinasnya di pelataran kantor walikota pontianak, selasa pagi (28/11) penuh makna. Senyum yang seakan bangga karena impiannya sejak menjadi Gubernur agar Kalbar memiliki pangkalan TNI AL terwujud, dan hari itu diresmikan. Setelah sebelumnya Kodam XII Tanjungpura hadir kembali lewat sentuhan tangan dinginnya.

Cornelis, hari itu yang diarahkan protokol untuk rehat sejenak di Ruang tamu Walikota Pontianak di lantai dua, langsung menuju tempat acara karena ingin segera menyaksikan bagaimana prosesi peresmian Yonmarhanlan, selain itu juga agar lebih leluasa merokok. "lebih enak merokok, kalau disini tidak boleh merokok" ujar Cornelis, seraya berjalan menuju tenda kehormatan di Alun-alun Kapuas, tempat dimana upacara peresmian Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) Jaguar Yudha XII Pontianak. Sampai di tenda kehormatan, perbincangan serius tapi santai antara Gubernur dan para Petinggi Corps Baret Ungu.

Cornelis pada beberapa kesempatan, mengakui konsep pembangunan yang dirancangnya tetap membertimbangkan aspek pertahanan. Sehingga selain pangkalan militer, jalan paralel perbatasan di Kalimantan juga dirancang agar bisa didarati pesawat terbang ketika situasi darurat.

Dalam beberapa kesempatan pula, Cornelis yang pernah bercita-cita menjadi angkatan laut menyatakan wilayah provinsi yang dipimpinnya saat ini berada pada posisi strategis, karena berbatasan langsung dengan Malaysia. 

Dalam kegiatan sosialisasi empat pilar oleh MPR RI, beberapa waktu lalu di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, orang nomor satu di Kalbar itu pernah mengungkapkan bahwa diperlukan upaya ketat untuk menjaganya baik di perbatasan darat, laut, dan udara.

Cornelis menilai posisi strategis Kalbar saat ini tidak dijaga dengan ketat. Terbukti lebih dari 20 mil sinyal seluler Malaysia masuk ke Indonesia (Kalbar). Kondisi ini berbeda dengan daerah perbatasan di luar negeri. Misalnya di Eropa, ketika masuk ke wilayah suatu negara, sinyal negara lainnya terhenti.

Menurut Cornelis, posisi strategis Kalbar ini juga rawan terhadap perang informasi dan teknologi. Selain itu, juga rawan masuknya kelompok ekstrim tertentu. Untuk mengatasi kerawanan-kerawanan tersebut, diperlukan langkah dan kebijakan dari pemerintah pusat.

“Saya mengatakan dengan Panglima TNI, perlu dibuat pangkalan militer di daerah Paloh, Sambas,” kata Cornelis ketika itu.

Mantan Bupati Landak itu menjelaskan, keberadaan pangkalan militer sangat penting, terutama untuk mengantisipasi jika terjadi konflik. Ia berharap pada masa jabatan Presiden Joko Widodo pembangunan pangkalan militer dapat terealisasi, dan benar, kini sudah di resmikan dengan kekuatan satu batalyon, lengkap dengan peralatan mekanis, roket penghancur jarak jauh dan berbagai peralatan pertahanan militer lainnya.

Cornelis mencontohkan banyak negara-negara besar di dunia yang ingin menguasai Indonesia. Terkait hal ini, penyelenggara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lainnya wajib memberi penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan ini terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, menjelaskan, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XII/PTK adalah satuan pelaksana Pasukan Marinir 2 yang bertugas membina dan menyiapkan kekuatan serta kemampuan unsur-unsur pertahanan pangkalan dan menyelenggarakan tugas-tugas pengamanan pangkalan utama Angkatan Laut di wilayah Lantamal, pembinaan Satuan Yonmarhanlan merupakan tugas dan tanggung jawab Pasmar-2, namun dalam penyelenggaraan operasinya melaksanakan tugas-tugas-tugas dari Lantamal masing-masing. 

Bambang menjelaskan pula, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XII/Pontianak memiliki posisi startegis, berada di perbatasan langsung dengan negara Malaysia sehingga membutuhkan personel yang handal dan tangguh untuk mendukung serta menjamin stabilitas pertahanan dan keamanan wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

Oleh Firmus
Sumber Humas Pemprov Kalbar HK