Karolin Margret Natasa Merakyat

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Karolin Margret Natasa Merakyat

Kampung Tanjung Ngabang Punya PKBM

LANDAK, BRP - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengapresiasi upaya yang dilakukan tokoh pemuda yang telah membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh para tokoh pemuda Kampung Tanjung yang telah mendirikan Pusat Belajar bagi anak-anak disini. Jadi generasi muda harus seperti itu, ketika pulang menempuh pendidikan, jangan menjadi beban tapi bermanfaatlah bagi masyarakat,” ungkap Karolin usai meresmikan Kampung Belajar di wilayah Tanjung, Desa Hilir Kantor, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (22/11).

Menurutnya, dana desa yang diberikan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat oleh karena itu bukan hanya pembangunan yang bersifat fisik saja yang dapat dilakukan melainkan pembangunan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian yang penting untuk mencapai kemandirian.

“Saya berkali-kali menyampaikan dana desa itu tujuan akhirnya adalah ekonomi. Bagaimana bisa menjadi sesuatu yang memberikan nilai tambah ekonomi, tidak sekedar hanya pembangunan infrastruktur tetapi juga bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Karolin.

Karolin juga mengatakan pihaknya sangat terbuka untuk berdiskusi tentang hal-hal yang bersifat inovatif dan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Landak.

“Saya sangat terbuka dari Pemerintah Kabupaten Landak untuk bisa berdiskusi sehingga kita bisa merumuskan bersama apa yang bisa kita buat untuk masyarakat kita disini. Saya mendukung penuh adanya Kampung Belajar ini, mudah-mudahan dengan adanya dana desa tahun depan dapat disupport lagi kegiatannya,” tutur Karolin.

Sementara itu, Ketua Kampung Belajar Sulaiman Yahya menceritakan didirikannya Kampung Belajar di Tanjung itu berdasarkan pengalamannya saat melihat Kampung Belajar di Yogyakarta yang kesehariaan masyarakatnya disana kurang lebih dengan masyarakat di Tanjung.

“Saya mendirikan Kampung Belajar ini setelah menyelesaikan program Pasca Sarjana saya di Semarang, saya melihat ada Kampung Belajar di Yogyakarta. Ekonomi masyarakat disana sama seperti di Tanjung ini yakni menengah kebawah dan banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Kampung Belajar itu sendiri menjadi wadah dalam memajukan masyarakat disana,” tuturnya.

Yahya berharap Pemerintah Kabupaten Landak serta masyarakat setempat terus mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Belajar tersebut.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Landak dan seluruh elemen masyarakat mendukung kegiatan ini. Sehingga kampung belajar bisa menjadi percontohan bagi Kampung lain. Kami juga menerima tenaga kerja dan relawan,” tutup Yahya.

Oleh: Yulius