Pilkada 2018: Muda Jiwo Deklarasi

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Pilkada 2018: Muda Jiwo Deklarasi

KUBU RAYA, BRP - Pengamat hukum, politik dan pemerintahan Kalimantan Barat, Rosadi Jamani, S.Ag menyimpulkan, di tengah isu mundurnya Rusman Ali, dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Muda Mahendrawan-Sujiwo. Pasangan inipun mendeklrasikan diri dan siap bertarung di Pilkada serentak 27 Juni 2018

Di tengah kesimpangsiuran isu mundurnya Rusman Ali dari bursa calon Bupati Kubu Raya, dimanfaatkan dengan cantik oleh pasangan Muda Mahendra-Sujiwo (MJ). Pasangan yang diusung Partai Nasdem, Demokrat, PKS, dan PPP cepat menggelar deklarasi di Ballroom Gardenia Kafe and Resort, Minggu (26/11/2017). Berarti, satu pasang sudah jelas wujudnya untuk bertarung di Pilkada serentak 27 Juni 2018.

Di mana-mana, incumbent atau petahana, calon paling kuat di even Pilkada. Kandidat penantang pasti banyak berhitung untuk melawan incumbent. Bagaimana kalau incumbent justru mundur, tak mau maju lagi. Jelas menimbulkan antusias dan semangat bagi kandidat penantang.

Pasangan MJ bisa dibilang paling bersemangat di tengah isu mundurnya sang petahana, Rusman Ali. Wajar sih. Lawan terberat pasangan MJ memang Bupati Kubu Raya yang sedang berkuasa saat ini. Publik tahu, Muda Mahendra bukan orang sembarangan. Dialah tokoh sentral di balik berdirinya Kabupaten Kubu Raya. Kemudian, ia juga Bupati Kubu Raya pertama. Namanya sangat mengakar di kabupaten junior itu.

Belum lagi pasangannya, Sujiwo. Ia mantan Ketua DPRD Kubu Raya yang pertama. Juga mantan Ketua PDI Perjuangan Kubu Raya. Nama besar dan popularitasnya cukup tinggi. Bisa dibayangkan bila dua kekuatan ini bersatu atau berpasangan. Tidak heran, di balik isu mundurnya Rusman Ali, pasangan MJ seperti di atas angina. Sulit bagi kandidat lain untuk menyaingi popularitasnya.

Tapi, tunggu dulu. Rusman Ali belum mundur 100 persen lho. Awalnya Rusman Ali berniat memang mau mundur dari pencalonan. Tapi, begitu didemo oleh pendukungnya, niat mau mundur dipending. Sampai saat ini, publik Kubu Raya sedang menunggu kepastian, apakah Rusman Ali benar-benar mundur, atau tetap bertarung.

Bila mantan anggota DPR RI ini menyatakan mundur 100 persen, imbasnya pasangan MJ dikirakan tak tertandingi. Sebaliknya, bila Rusman Ali menyatakan, maju lagi, pasangan MJ pasti menghadapi lawan seimbang. Apalagi partai-partai besar seperti PDI Perjuangan dan Golkar belum mengumumkan jagoannya. Bila PDIP, Golkar, ditambah PKB, PAN, Hanura bersatu untuk menandingin MJ, pasti akan seru. Pilkada Kubu Raya pasti berlangsung seru dan ketat.

Publik sangat menunggu statemen resmi dari Rusman Ali, apakah serius mundur atau tetap bertarung. Ya, kita memang harus sabar. Politik selalu menarik dengan kejutan-kejutannya.

Oleh: Redaksi Betang Raya Post
Sumber: RJ