Polemik Fee 5 Persen PT MJP Jumpa Pers

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Polemik Fee 5 Persen PT MJP Jumpa Pers

SEKADAU, BRP - Pihak PT. Multi Jaya Perkasa (MJP) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau, melalui  Dinas Pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan adakan jumpa Pers di ruangan pertemuan Bupati Sekadau, (17/11/17).

Pertemuan tersebut mengklarifikasi masalah potongan menejemen fee 5 persen pada petani oleh PT. MJP.

Kadis Pertanian Kabupaten Sekadau, Sandae menuturkan, sebelum PT. MJP diambil alih oleh Gunas Group tahun 1998-2008, kebun tidak standar bahkan hampir bangkrut atau kolap dan pendapan petani plasma rendah.

Untuk memulihkan kondisi kebun tersebut diatas, maka perusahaan perlu biaya besar untuk memulihkan untuk rehabilitasi kebun yang biaya tersebut ditanggulangi oleh manajemen Gunas Group maka, Pihak menejemen Gunas Group adakan pemotongan fee 5 persen kepada petani.

Menurut  Sandae, fee 5 persen itu bukan lah uang menejemen fee tetapi pengembalian uang perbaikan atau rehap kebun,dan menurut pihak MJP fee 5 persen ini atas kesepakatan pihak Perusahaan dengan Petani plasma per - SP.

"Setelah PT. MJP diambil aleh pihak menejemen Gunas Group, status perusahaan tersebut bukan lagi Pola Pir Tran,"tutur Sandae.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai Inpres nomor 01 tahun 1986 tentang Undan-undang Perkebunan Pola Pir Tran, Edi Mulyono Kabid. Perkebunan  menjelaskan, dibawah tahun 2000, Pola Pir Tran tersebut sudah berakhir.

Sementara itu, menejer PT. MJP,  Erwin juga menerangkan, mulai bulan januari 2018 tidak ada lagi potongam fee 5 persen kapada  petani sesuai intruksi manajemen pusat tanggal, 3 april 2007.

"Kami tidak ada untung dalam mengelola kebun plasma ini. Boleh dikatakan pihak PT. MJP adalah sebagai Pahlawan dalam hal ini,",ujar Erwin.

Hasil produksi PT. MJP dari tahun 2008 - 2017 adalah, 31.205.471 Kg dikalikan 1.500 rupiah, angka yang didapat, 46.808.206,500 rupiah, maka fee 5 persen tersebut berjumlah, 2.340.410,325 rupiah.

Oleh : Asmuni
Editor: Redaksi Betang Raya Post Firmus