Presiden MADN Cornelis Ajak Masyarakat Komit Dukung Pembangunan

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Presiden MADN Cornelis Ajak Masyarakat Komit Dukung Pembangunan

Disambut Ritual Penyajab
Gubernur Cornelis Buka Raker PSBD Ketapang

KETAPANG, BRP - Dua laki-laki menari dengan mimik serius mengintari buluh muda yang menghadang gerbang masuk arena Pentas Seni dan Budaya Dayak di Samping Pendopo Bupati Ketapang. Minggu (19/11).
Nariyanto membawa Nyabur (senjata tradisional Dayak Kualatn, sejenis Mandau), Martinus Moro, membawa mayang Pinang yang masih terbungkus. Mereka meliuk-liuk membawakan tarian Penyajab (tarian pemanggil roh) mengikuti irama tembang rayah Mamakng Kuning (sejenis tembang pemanggil roh) yang dilantunkan Irvinus Ukir, diiringi tabuhan gendang dan gong. 
Samson Noven, Tokoh Masyarakat Dayak Simpang Hulu Kabupaten Ketapang, tempat asal ritual Penyajab, menjelaskan, Tarian Penyajab diambil dari Ritual Baboretn (Belian) bermakna membersihkan area gawai dari sampar penyakit dan mara bahaya (penolak bala)  "Tarian penyajab diiringi rayah (lagu) mamakng kuning dengan perlengkapan Nyabur dan Mayang Pinang. Tarian penyajab dibawakan oleh dua orang. 1 orang sebagai boretn dan 1 orang sebagai pabayu (pembantu)" terang Noven. 
Menurut Noven, sebelum menggelar tarian tersebut dilakukan ritual memohon kepada duata (Jubata) agar pelaksanaan Pejajab tidak diganggu roh jahat yang mengakibatkan sang Boretn kerasukan. 
Setelah disambut Pejajab, Gubernur Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) itu diserahkan Nyabor untuk memotong Buluh Muda, selanjutnya menginjak telur dan diberi tepung tawar sebagai simbol pembersihan diri.
Orang nomor satu di Kalbar itu didampingi Bupati Ketapang Martin Rantan, Nyonya Frederika Cornelis, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, Ketua DAD Provinsi Kalbar Jakius Sinyor, serta tamu undangan lainnya. Cornelis,Martin Rantan dan Jakius Sinyor dipasangkan Labokng Subakng dikepala sebagai penghormatan dari masyarakat Dayak Ketapang. 
Tokoh Masyarakat Simpang Dua, Andreas Hardi, menjelaskan, Labokng Subakng itu dilengkapi cincin, dan Subakng (Anting-anting). Kalau dinilai secara adat, kata Andreas, satu  Subakng setara dgn 4 real. 
Dijelaskan Camat Hulu Sungai Kabupaten Ketapang itu, Labokng subakng terbuat dari perak atau kuningan. Subakng terdiri dari 2 jenis, yaitu subakng babuntu atau subakng dari (laki-laki) dan subakng dayokng (Perempuan). 
"Labokng subakng dipakai pada saat pernikahan adat dayak Simpakng, dan pada acara resmi seperti penyambutan, pun untuk tamu-tamu yang terhormat bagi masyarakat Dayak. Hanya tokoh terhormat dan pengantin, serta Pabayu atau pendamping pengantin yang bisa memakai Labokng Subakng." terang pria yang akrab disapa Aden itu.
Usai mengikuti ritual Penyajab dan dipasang Labokng Subakng di kepalanya, Cornelis menuju Panggung terbuka, membuka Rapat Kerja (Raker) Pentas Seni dan Budaya Dayak (PSBD) tahun 2017 yang dipusatkan di Kabupaten Ketapang.
Menurut Cornelis, Ini sangat bermanfaat untuk membangun masyarakat Dayak bersama-sama suku lain dan Pemerintah. Terutama dalam rangka percepatan pembangunan
Ia menegaskan melalui organisasi DAD bisa membantu pemerintah melakukan pembangunan fisik maupun non fisik. Misalnya memberikan berbagai pemahaman kepada masyarakat Dayak pedalaman yang benar terhadap berbabagi hal.
Masalah rabies, beberapa waktu lalu, orang Dayak di pedalaman ada yang tidak mau peliharaanya disuntik rabies. Jadi ini harus diluruskan dan tugas DAD memberikan pemahaman kepada mereka.
Terkait musyawarah adat khususnya pada pemilihan ketua DAD Ketapang, Cornelis mengatakan harus dilakukan secara musyawarah mufakat. Serta tidak melanggar prosedur dan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD ART).
“Utamakan musyawarah mufakat dalam memilih ketua. Pilihlah yang mau mengabdikan dirinya untuk kepentingan bersama. Organisasi ini adalah orang-orang sosial karena tidak ada gajinya apalagi tunjangan,” kata Cornelis.
Bupati Ketapang, Martin Rantan, menegaskan Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung kegiatan budaya seperti ini,  Serta mempersilakan bagi organisasi etnis lain menyelenggarakan kegiatan serupa atau lain sebagainya yang positif.
“Misalnya hari ini Dayak, mungkin yang akan datang oleh Melayu, Jawa, Tionghua, Madura, Batak dan lain-lain. Silakan gunakan tempat ini.
Bahkan menurut Bupati Pentas Seni Budaya Ketapang tak hanya untuk kegiataan suku. Tapi juga boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan atau lainnya. “Silakan gunakan asalkan untuk kemajuan daerah Ketapang ini,” Ujar Martin.
Ia berharap pada kegiatan DAD ini bisa melestarikan adat dan budaya khususnya Dayak. Serta menjadikan moment menciptakan rasa aman pada masyarakat. Termasuk dalam hal dunia usaha, sosial kemasyarakatan dan lain-lain.
“Pemerintah tak hanya membangun secara fisik seperti jalan, jembatan dan sebagainya. Tapi hal penting adalah membangun rasa aman. Kalau daerah aman Pemerintah pasti mudah membangun tapi kalau tak aman pasti susah,” ujarnya.

Ketua Panitia Alexander Wilyo menjelaskan, Pentas Seni & Budaya Dayak Kabupaten Ketapang yang digelar dari tanggal 19 hingga 25 November 2017 itu, menurut Alexander, diikuti sebanyak 1000 peserta dari kecamatan se Kabupaten Ketapang. Rangkaian acaranya terdiri dari  acara pembukaan PSBD, yang akan dilangsungkan pada siang hari ini, dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran,  display/pawai/carnaval budaya, dan ritual adat di Tugu Tolak Bala, Jl. A. Yani, Ketapang.
“Sedangkan kegiatan lainnya, seperti perlombaan olahraga tradisional akan diadakan setiap sore, mulai tanggal 20 – 25 November 2017. Perlombaan tradisional yang akan digelar adalah menyumpit perorangan dan beregu, pangkak gasing perorangan dan beregu, tongkat longgak putra, tengkuyung berambeh putra/i, rotan segulong putra/i, memasak makanan tradisional Dayak, memindang beras, melukis perisai, melukis kanvas, becuncong putra, dan mendongeng Dayak”, terang Alexander.
Untuk pementasan dan pertunjukan seni, lajut Alexander, akan dilaksanakan setiap malam, mulai dari tanggal 19-25 November, pukul 19.00-selesai.
Pentas dan pertunjukan seni ini meliputi pertunjukan dan festival tari Dayak kreasi, festival pop singer dewasa putra/i dan festival busana Dayak dewasa putra/i.
“Pada PSBD kali ini juga akan diadakan Musdat dan Raker DAD Kabupaten Ketapang. Pada puncak acara Musdat dan Raker tahun ini akan dilakukan pemilihan pengurus baru DAD Kabupaten Ketapang. Musdat dan Raker ini akan dihadiri oleh para utusan DAD Kecamatan dan jajaran pengurus DAD Kabupaten Ketapang”,tukas Alexander Wilyo.
Kemudian Alexander juga menjelaskan, di penghujung PSBD akan digelar juga acara ritual penutup. Ritual penutup ini akan dilakukan oleh para sesepuh dan tetua adat Dayak di Kabupaten Ketapang.

Oleh: Redaksi Betang Raya Post Firmus
Sumber: Humas Pemprov Kalbar HK