Cornelis Harapkan Kinerja PU Semakin Baik

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis Harapkan Kinerja PU Semakin Baik

Hari Bakti PUPR
Gubernur Kalbar Soroti UPJJ

PONTIANAK, BRP - Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menegaskan Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalbar mengerjakan sendiri apa yang menjadi tugas pokok dan fungsinya sebagai pemelihara Jalan dan Jembatan di wilayah Kalimantan Barat. "Selamat hari bakti PU, bekerjalah sesuai undang-undang dan peraturan peraturannya. Ada temuan-temuan cepat diselesaikan sebelum diserahkan ke Aparat Penegak Hukum. UPJJ jangan diborongkan pekerjaan, anda yang kerja anda yang nongkrongnya di sana. Ini tah kemana dia tah kemana kerjaannya padahal tugasnya di sana. Datang kayak tuan gede, tuan besar. Hanya datang monitor dah itu pulang." ujar Cornelis ketika menjadi Pembina Upacara Hari Bhakti PUPR ke 72 , Selasa (5/12) di Halaman Kantor PUPR Provinsi Kalbar, Jalan A. Yani Pontianak.

Upacara tersebut dihadiri Juga Mantan Kadis PU Kabar Jakius Sinyor, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Ny. Frederika Cornelis, Jajaran Forkopimda Kalbar, OPD Provinsi Kalbar serta pegawai Dinas PUPR Provinsi Kalbar juga tamu undangan lainnya.

Cornelis juga menegaskan agar para pegawai PUPR tidak menjual nama dirinya dan keluarganya dengan maksud agar seseorang dapat proyek atau mempermudah tender proyek yang nantinya bisa menimbulkan suara miring di masyarakat.

"Jangan jual-jual nama Gubernur, Keluarga Gubernur, karena mau ikut tender proyek. Tender, tender saja, jangan bikin plot-plot untuk ini-untuk ini. Jangan kayak jaman dolok bebagi fee, telpon sana sini." Kata Orang nomor satu di Kalbar itu. 

Mengutip istilah Mantan Anggota KPK, Pandu, ketika berkunjung ke Kalbar beberapa tahun lalu, Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) mengatakan bahwa musim durian sudah selesai, sekarang musim jengkol, "Hati-hati banyak makan jengkol nanti tidak bisa kencing." seloroh Mantan Bupati Landak itu.

Amanat tertulis Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono mengatakan memasuki akhir tahun ke-3 Kabinet Kerja dibawah pemerintahan presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Berbagai capaian Kementerian PUPR telah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain: Untuk ketahanan air dan pangan, telah diselesaikan 9 bendungan (atigede, Titab, Nipah, Bajulmati Rajui, Paya Seunara,Teritip, Raknamo, dan Tanju) dan sedang dikerjakan secara paralel sebanyak 30 bendungan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam rangka peningkatan konektivitas, telah diselesaikan pembangunan 2.623 km jalan baru (termasuk Jalan Trans dan Perbatasan Papua, Trans dan Perbatasan Kalimantan serta Perbatasan NT), jembatan baru bentang panjang, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno Hatta di Manado. Adapun beberapa jembatan baru berbentang panjang kini tengah dibangun, seperti Jembatan Teluk Kendal di Sultra dan Holtekamp di Jayapwa, Dari tahun 2015 hingga akhir tahun 2017 kita telah dapat mengoperasikan tambahan jalan tol baru sepanjang 568 km, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, sedangkan sampai akhir 2019, optimis untuk dapat menyelesaikan tol baru sepanjang 1.851 km, Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM)
Umbulan di Jawa Timur yang telah
direncanakan sejak 40 tahun yang lalu, Kini kita tengah berupaya keras untuk mengembangkan beberapa SPAM lainnya melalui skema KPBU, seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang
Barat, dan Jatiluhur, Sementara untuk mengembangkan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, telah diresmikan pengoperasian 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu: Skouw di Papua Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar, serta Mota ain, Motamasin, dan Wini di NTT.
Ketujuh kawasan perbatasan tersebut akan dilengkapi dengan prasarana & sarana permukiman, terutama pasar, sehingga nanti akan dapat berperan sebagai sentra ekonomi baru di beranda depan Indonesia. Di bidang perumahan telah dibangun sampai akhir Oktober 2017 sebanyak 2,2 juta unit rumah
terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam bentuk rusun, rusus, rumah swadaya, bantuan PSU, serta fasilitas FLPP, SSB, dan BLM. "Kementerian PUPR juga mendapatkan tugas mulia untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018, dengan membangun berbagai venues di GBK, Kemayoran, dan Jakabaring." pungkas Basuki. 
Oleh Redaksi Betang Raya Post