Cornelis: Kalbar Ekspor Ikan ke Guangzhou

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis: Kalbar Ekspor Ikan ke Guangzhou

PONTIANAK, BRP - Gubernur Kalbar Cornelis memastikan, dengan adanya investasi Tiongkok untuk ekspor Ikan dari Kalimantan Barat tersebut, perputaran ekonomi diharapkan bisa semakin baik. Karena ekspor Ikan ini menjadi angin segar bagi para nelayan di Kalimantan Barat agar semakin menikmati hasil keuntungan dari tangkapan.
“Dengan adanya Ekspor ikan ini nelayan-nelayan kita bisa menikmati keuntungan dari hasil tangkapan mereka, mereka bisa mendapatkan harga dengan pantas dan layak, sehingga antara tantangan di lautan dengan pendapatan seimbang dan kesejahteraan nelayan meningkat.” Ujar Cornelis, usai penandatanganan Peresmian Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas, Gedung Pos Pengawas Perikanan dan Peluncuran Pertama Kapal Pengawas Bi’lao 02 di Perikanan Pantai Sungai Rengas, Senin (11/12).
Diungkapkan orang nomor satu di Kalbar itu, belum lama ini, Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah melakukan ekspor perdana beras. “Kali ini kita juga sudah mulai mengekspor sendiri ikan kita, tentunya ini menjadi modal bagi kita dalam meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat," kata Cornelis.
Mantan Bupati Landak itu berharap, investasi yang masuk tersebut bisa memberikan efek besar bagi masyarakat Kalbar, khususnya bagi nelayan.  "Saya berpesan kepada investor Tiongkok ini agar tidak macam-macam dan dapat memberikan keuntungan bagi nelayan. Jangan melakukan spekulasi harga, jika tidak ingin izinnya kita tarik," kata Cornelis.
Demikian juga dengan Eksportir agar menjaga kualitas ikan-ikan jangan sampai menggunakan bahan pengawet berbahaya sehingga bisa merusak reputasi Kalimantan Barat. “Tolong dijaga kualitas mutu ikan ekspor karena di Tiongkok kebutuhan akan Ikan sangat tinggi.” Pesan Cornelis.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar Gatot Rudiono mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk pertama kalinya melakukan Ekspor ikan ke Tiongkok dengan kapasitas ekspor 40 ton. "Kita bekerjasama dengan eksportir dari Tiongkok yang sudah berinvestasi di Kalbar. Mereka meminta kouta ikan dari Kalbar sebanyak 40 ton untuk setiap pemesanan," ungkap Gatot Rudiono

Dia menjelaskan, nantinya perusahaan asal Tiongkok tersebut akan membeli ikan dari nelayan lokal Kalbar, tentunya dengan spesifikasi ikan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut.

"Agar nelayan kita bisa memenuhi permintaan perusahaan, kita telah memberikan pelatihan kepada nelayan tersebut, agar bisa menjaga kualitas ikannya dengan baik dan masuk kriteria ekspor," tuturnya.
Gatot menjelaskan, untuk saat ini karena kondisi pelabuhan Pontianak tidak memadai untuk masuknya kapal dengan kapasitas 40 ton, maka proses pengiriman akan dilakukan dengan dua tahap, karena kapal yang bisa masuk hanya dengan kapasitas 20 ton.
"Ini memang tidak efisien, karena kita harus melakukan dua kali pengiriman. Namun, paling tidak dari kos yang dikeluarkan jelas bisa ditekan, karena kita tidak lagi melalui pelabuhan Tanjung periok, sehingga investos bisa langsung membawa ikannya ke Tiongkok dari pelabuhan kita," katanya.

Gatot menambahkan, ikan itu nantinya akan kembali dijual oleh perusahaan Tiongkok tersebut kebebarapa negara lainnya. Yang jelas, katanya, dengan adanya investasi dari Tiongkok tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan.
"Jika selama ini masyarakat nelayan kita hanya mencari ikan untuk memenuhi kouta masyarakat Kalbar, dengan adanya perusahaan ini, masyarakat nelayan tentu akan lebih giat lagi untuk mencari ikan, karena hasil tangkapan mereka sudah pasti terserap oleh pasar," tuturnya.

Redaksi Betang Raya Post