Cornelis Ucapkan Terima Kasih

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis Ucapkan Terima Kasih

Pamit di Katedral 
Gubernur Cornelis diberi Standing Appluase 

"Sebagai ungkapan terima kasih kita seluruh Umat Katolik di Kalimantan Barat, khususnya yang ikut hadir Misa pada pagi hari ini, mari kita semua memberikan standing applause kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH, karena ini adalah Natal Spesial di akhir masa jabatan beliau, untuk menghormati seluruh kerja keras, dedikasi dan pengabdian yang luar biasa dengan segenap hati dalam membangun Kalimantan Barat, pantas dan layak kita memberikan penghormatan, penghargaan serta doa dan dukungan dari seluruh umat Katolik, sekali lagi mari kita berikan standing applause kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH." ujar pembawa acara kepada seluruh umat yang hadir misa di Katedral Santo Yosef Pontianak. Pagi itu, 25 Desember 2017 bertepatan hari Kelahiran Yesus Kristus. Ribuan umat hadir memenuhi Gereja pada misa kedua jam 08.30 WIB.

Penghormatan itu diberikan usai misa, membuat Cornelis terlihat tersenyum haru dan turut berdiri, anak-anak dan istrinya yang hadir misa pagi itu juga hanya bisa tersenyum dan berdiri, beberapa kali dr. Karolin Margret Natasa yang duduk berjejer dengan sang Gubernur, terlihat mengusap matanya. 

Pada misa malam natal ditempat yang sama, Cornelis dalam sambutannya pamit sebagai Gubernur Kalbar, karena 14 Januari 2018, dirinya bersama Christiandy Sanjaya akan habis masa periode kedua sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Mantan Bupati Landak itu mengakui, Natal 2017 terasa istimewa bagi dirinya. "Natal 2017 menjadi natal terakhir karena ini tahun terakhir periose kedua menjabat sebagai Gubernur Kalbar. Ini natal istimewa buat saya karena tanggal 14 Januari 2018 itu adalah akhir masa jabatan saya. Tapi, masih ada kerjaan, mudah-mudahan bisa selesai," kata Presiden Majelis Adat Dayak Nasional itu.

Cornelis berharap momentum Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 semakin memperkuat semangat toleransi antar umat beragama di Kalbar. Setiap pemeluk agama bisa menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing. Sehingga, ibadah bisa terlaksana dengan nyaman aman dan tenteram.
"Ya, saling menghargai dan menghormati antar sesama. Lalu, semangat persaudaraan, gotong-royong dan kebhinekaan tetap harus dipertahankan. Di Kalbar ini sudah ratusan tahun ndak ada persoalan," ungkap Cornelis.

Redaksi Betang Raya Post