Gubernur Kalbar Cornelis Resmikan Kapal Bi'lao 02

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Gubernur Kalbar Cornelis Resmikan Kapal Bi'lao 02

PONTIANAK, BRP - Asa’ Dua’ Talu’ Ampat’ Lima’ Anam, Tujuh, Awa Pama, Jubata, Iatn agi’ kami minta’ tolokng minta’ banto’  ka’ Kita’ supaya Kapal nian man sae makenya salamat. (Satu dua tiga empat lima enam tujuh, Roh Leluhur, Jubata (Tuhan ) kembali lagi kami minta tolong, minta bantuan kepada Engkau, supaya Kapal ini dan siapapun memakainya selamat). Sambil menghambur beras kuning ke atas, kemudian memerciki air tepung tawar ke beberapa bagian kapal menggunakan seikat daun Sabang Merah.

Cornelis, ketika itu di ruang kemudi Kapal yang terletak di bagian paling atas Kapal berbahan dasar Fiberglas itu, bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalbar Gatot Rudiono, dan beberapa staf DKP, turut menyaksikan pemberkatan Kapal Bi’lao 02 dengan Nyangahatn. Dalam Masyarakat Dayak Kanayatn, Nyangahatn semacam wujud doa kepada yang maha kuasa untuk memohon keselamatan bagi Kapal tersebut dalam menjalankan tugasnya mengawasi wilayah laut Kalimantan Barat.

Ketika meresmikan penggunaan Kapal tersebut, Senin (11/12) di TPI Sungai Rengas Kubu Raya, Cornelis menjelaskan, Fasilitas pokok yang harus ada di pelabuhan perikanan adalah Dermaga, di Sungai Rengas ini sampai 2016 sepanjang 300 meter, namun belum cukup menampung tambat labuh kapal perikanan yang berpangkalan di Sunga Rengas, sehingga perlu penambahan 86 meter lagi.

Sedangkan untuk pengawasan dan pengedalian sumber daya ikan, Mantan Bupati Landak itu menjelaskan, Pemprov Kalbar tahun 2017 membangun Gedung Pos Pengawasan dan Pengadaan Kapal Pengawas dengan Panjang 16 Meter yang dapat menjelajah wilayah laut Kalbar sampai 12 mil.

“Saya minta dengan adanya sarana dan prasarana yang memadai, pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan bisa lebih ditingkatkan, tidak ada lagi illegal, unreported dan unregulated (IUU) Fishing di Perairan Kalimantan Barat. Sehingga produksi perikanan dapat ditingkatkan yang akhirnya akan meningkatkan konsumsi makan ikan dan kesejahteraan nelayan.” Kata Cornelis.

Terkait Kapal yang dinamai Bi’lao (Rachycentron candum), dijelaskan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional itu, Ikan Bi’lao dalam bahasa Dayak Kanayatn, adalah ikan Gabus, “Nah ini Gabus Laut, cuma jarang sekali ditemukan karena termasuk yang langka, hanya ada di daerah laut dalam. Gubernur dua periode itu memohon supaya nelayan-nelayan di Kalimantan Barat terus dibina, karena pangsa pasar ikan di luar negeri sangat besar, apalagi di Tiongkok.

“Semoga Kapal ini bisa untuk menangkap pencuri Ikan di Perairan Kalbar sehingga Nelayan tidak merugi.”  Pungkas Cornelis.

Oleh: Firmus