Karolin Jawab Keluhan Warga Sempatung

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Karolin Jawab Keluhan Warga Sempatung

LANDAK, BRP - Dusun Kuningan, Desa Sempatung merupakan sebuah wilayah yang dekat dengan perbatasan Indonesia – Malaysia yang jaraknya sekitar 250 km dari Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Jumlah penduduk yang bermukim di Dusun ini mencapai 56 KK dengan potensi alam yang berlimpah. Masyarakat hidup dengan bercocok tanam lada dan padi serta sayur-sayuran. Baru dalam beberapa kurun waktu belakangan ini, masyarakat diperkenalkan dengan budidaya tanaman ubi Cilembu dan buah markisa. Inilah potensi yang dilirik oleh Pemerintah Kabupaten Landak untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon Desa Sempatung yang dapat mendatangkan rejeki bagi masyarakat Desa. 

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, ketika kunjungan kerja ke sana, Kamis Minggu terakhir Nobember,  berharap Pemerintah Desa dapat mendorong masyarakat Dusun Kuningan untuk membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar kedepan usaha budidaya ubi Cilembu dan Buah Markisa dapat terus dikembangkan dan menyentuh pangsa pasar sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Selain berkunjung ke lahan perkebunan masyarakat, Karolin juga mengunjungi rumah sekolah dan pusat kesehatan masyarakat. Usai berkunjung ke sejumlah tempat, Karolin mengadakan dialog bersama masyarakat di sebuah tenda yang berada ditengah kampung. Berbagai persoalan diserap oleh Bupati Millenial itu dan dijawabnya dengan bijak. Salah satu yang menjadi keluhan masyarakat adalah akses jalan menuju Dusun.

“Tahun depan (2018) kita telah dibantu oleh Pemerintah Provinsi untuk pengerasan jalan dulu. Total anggaran yang dikucurkan mencapai 20 miliar.,” tutur Karolin disambut tepuk tangan meriah dari warga.

Pada tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Landak telah melaksanakan pelebaran jalan dari Ngabang menuju Desa Sempatung dengan lebar 4 meter. Karena belum ada pengerasan jalan menyebabkan kondisinya hingga saat ini dipenuhi kubangan lumpur dan licin jika hujan turun. Baru pada tahun anggaran 2018, Pemerintah Kabupaten Landak megusulkan adanya pengerasan jalan menuju wilayah Desa Sempatung. 

Usai Melaksanakan Dialog bersama warga, Bupati Karolin juga menggelar pengobatan gratis kepada masyarakat Dusun Kuningan. Latar belakang pendidikannya sebagai seorang Dokter membuat wanita kelahiran Mempawah 35 tahun silam ini selalu memberikan pelayanan kesehatan secara Cuma-Cuma kepada masyarakat. Dengan melaksanakan pengobatan gratis, Mantan Anggota DPR RI ini dapat memetakan kondisi kesehatan masyarakat setempat.

Tidak terasa matahari sudah meninggi dan berada di atas kepala, Bupati Karolin beserta rombongan mulai beranjak meninggalkan Dusun Kuningan untuk kembali ke Kota Ngabang. Sebelum meninggalkan Dusun salah seorang warga mengajak Bupati Karolin melihat prasasti yang diukir oleh Para anggota TNI dan warga yang berjuang menumpas Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak, Malaysia (PGRS) yang diduga disusupi paham komunis kala itu. 

Banyak PR yang masih harus diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Landak untuk membuka keterisolasian masyarakat Dusun Kuningan, Desa Sempatung, sebuah Dusun terpencil yang menjadi saksi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI. Nampak sebelum meninggalkan Dusun, tatapan Bupati Karolin masih melekat dengan warga setempat. Seakan-akan muncul semangat didalam dirinya untuk kembali melihat perubahan di wilayah tersebut.

Oleh Firmus