Mantapkan Hati Bagi Sang Penyelamat Dunia

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Mantapkan Hati Bagi Sang Penyelamat Dunia

SANGGAU, BRP - Perayaan Natal hampir tiba. Hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi, kita akan merayakan peristiwa kelahiran Sang Juruslamat, Yesus Kristus yang lahir ke dunia. Kita akan merayakannya dalam perayaan Natal. Perayaan Natal khususnya di Paroki kita, akan kita rayakan mulai nanti malam.

Namun pada pagi hari ini kita diajak untuk sedikit bersabar, sebab pada pagi hari ini, kita masih merayakan Minggu Adven IV, Minggu terakhir dalam masa penantian kita.

Pada dua Minggu sebelumnya bapak, ibu, saudara/i terkasih, sabda Tuhan khususnya bacaan Injil, secara berturut-turut telah menghadirkan kepada kita, salah satu tokoh besar dalam Perjanjian Baru. Tokoh besar yang dimaksud adalah Yohanes Pembaptis. Nah, hari ini bacaan Injil kembali menampilkan kepada kita, salah satu tokoh yang tak kalah pentingnya dari Yohanes Pembaptis. Tokoh tersebut adalah seorang perempuan yang sederhana, tetapi sangat luar biasa. Dia tak lain adalah bunda Maria.

Baik Yohanes Pembaptis maupun Maria, merupakan dua tokoh dalam Perjanjian Baru, yang sama-sama memiliki peran yang amat besar, dalam menyongsong kelahiran Yesus Kristus, Sang Mesias, Sang Juruslamat dunia, Sang Juruslamat kita semua. Yohanes Pembaptis adalah seorang tokoh yang telah menyiapkan jalan pertobatan kepada umat Israel, juga kepada kita dalam konteks sekarang ini. Sedangkan Maria adalah seorang perempuan, seorang tokoh yang telah menyiapkan rahimnya yang suci untuk mengandung dari Roh Kudus. Bunda Maria telah menjadikan dirinya sebagai sarana, bagi kelahiran Sang Penyelamat dunia.

Penulis Injil Lukas bapak, ibu, saudara/i terkasih, hari ini telah mengisahkan kepada kita tentang warta gembira, kabar baik yang diterima oleh bunda Maria. Warta gembira atau kabar baik ini disampaikan oleh malaikat Gabriel. Malaikat Gabriel telah menyampaikan kepada bunda Maria suatu warta yang amat besar, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Selanjutnya Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki. Anak tersebut akan diberi nama Yesus. Yesus ini akan menjadi penyelamat bagi umat manusia.

Penyampaian warta sukacita ini, langsung ditanggapi oleh bunda Maria dengan jawaban yang luar biasa dan dengan penuh sukacita pula. Bunda Maria menanggapi dan memberikan jawaban dengan mengiyakan tawaran tersebut. Tanpa pikir panjang, bunda Maria menerima sepenuhnya Sabda Allah yang disampaikan kepadanya, meskipun sesungguhnya bunda Maria belum memahami sepenuhnya rencana Allah dalam dirinya. Tetapi jawaban "iya" yang diucapkan oleh bunda Maria adalah jawaban yang sangat-sangat menentukan. Jawaban yang sangat menentukan bagi proses perjalanan iman kita sebagai umat manusia.

Andai kata waktu itu bunda Maria tidak bersedia menerima tawaran dari Allah, andai kata waktu itu bunda Maria menolak dijadikan sarana bagi kelahiran Sang Mesias, maka akan lain ceritanya. Kita pasti tidak akan merayakan peristiwa agung  sebagaimana akan kita rayakan nanti malam. Oleh karena bunda Maria dengan rendah hati, dengan penuh iman telah menerima tawaran dari Allah, maka terlaksanalah rencana Allah dalam sejarah umat manusia. Berkat bunda Maria janji Allah tergenapi. Berkat bunda Maria pula, Allah menyapa kita umat manusia secara langsung. Penggenapan janji Allah yang dimaksud adalah kehadiran Allah sendiri dalam diri Yesus Kristus, Sang Mesias, Sang Penyelamat dunia, Sang Penyelamat kita semua.

Rasul Paulus dalam bacaan kedua hari ini menegaskan kepada kita, bahwa melalui Yesus Kristus misteri Allah yang tersembunyi telah dinyatakan kepada kita umat manusia. Yesus Kristus ini pulalah yang menjadi pemenuhan nubuat Samuel dalam perikop Kitab kedua Samuel pada bacaan pertama hari ini.

Bapak, ibu, saudara/i terkasih... Lantas, pertanyaan biblisnya untuk kita adalah apa yang mau dikatakan oleh Sabda Tuhan kepada kita hari ini? Yang mau dikatakan kepada kita hari ini adalah: Pertama, bunda Maria adalah teladan iman bagi kita semua. Dengan penuh iman, bunda Maria telah menerima tawaran dari Allah untuk melahirkan Yesus Kristus, Sang Penyelamat dunia. Kedua, melalui Yesus Kristus Allah sungguh-sungguh dapat kita kenal dengan baik. Melalui Yesus Kristus pula, janji Allah tergenapi dan misteriNya yang tersembunyi dinyatakan kepada kita. Dan ketiga, sama seperti bunda Maria yang telah menyiapkan rahimnya yang suci untuk kelahiran Sang Mesias, semoga kita dapat menggunakan waktu yang tersisa ini, Adven IV yang sangat singkat ini, untuk menyiapkan hati kita yang suci murni dan seluruh hidup kita bagi kehadiran Yesus Kristus, Sang Mesias, Sang Penyelamat dunia. Dengan demikian, kita dapat merayakan Natal dengan hati yang mantap dan dengan penuh sukacita pula. Selamat menjalani masa Adven IV yang sangat singkat. Rayakanlah hari raya Natal dengan suasana hati dan hidup yang ideal. Semoga memperoleh damai dan sukacita yang maksimal. Tuhan memberkati kita semua.

Oleh: Pastor Thomas