Pemerintah Harus Bina Petani Sawit

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Pemerintah Harus Bina Petani Sawit


SEKADAU, BRP - Menyikapi pernyataan Eddy Mulyono Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sekadau tanggal, 11/12/17 soal loading rem (timbangan sawit) dan pembeli buah sawit  pribadi, Wakil Ketua DPRD, Handi dan Ketua SPKS Sekadau, Bernadus Mohtar menanggapi hal ini.

Menurut Handi, Pernyataan itu mesti dikaji ulang beberapa aspek tentang penutupan loading rem (timbangan sawit) tepi jalan tersebut.

Mereka juga bekerja sama dengan petani mandiri. Jangan sampai ada monopoli dari pihak perusahaan," kata Handi.

Pemkab juga jangan hanya bisa memvonis bahwa dengan berdirinya Loading Rem tersebut dapat menyulut aksi pencurian TBS.

" Jangan sampai tidak sejalan dengan visi dan misi kabupaten sekadau," kata Handi, 13/12/17.

Tidak boleh beranggapan dan menuduh masyarakat terlalu negatif. Mereka perlu dibina karna banyak petani sawit mandiri yang mendambakan harga TBS sesuai harapan dan memberikan kemudahan pada bagi mereka.

Ditempat terpisah, Ketua SPKS Sekadau, Bernadus Mohtar mengatakan, sesuai dengan Pergub nomor 86 tahun 2015 memang dilarang PKS membeli buah dari pihak ketiga.

" Berkaitan dengan Loading Rem (timbangan sawit) tersebut  jika memang membantu petani kenapa tidak, apalagi kalau punya izin lengkap," kata Mohtar.

Mohtar berharap, pemerintah Kebupaten Sekadau benar - benar menerapkan Pergub nomor 86 tahun 2015 dan turun kelapangan untuk membantu petani kelompok.

Namun, dinilai oleh banyak kalangan, bangunan  Loading Rem (timbangan sawit) ditepi jalan tersebut membantu masyarakat yang memiliki kebun sawit mandiri karna jarak transportasi lebih dekat.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) perkilo gramnya juga bersaing dengan harga indek "K"

Oleh : Asmuni