Perkebunan Sawit Harus Mitra Dengan Koperasi

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Perkebunan Sawit Harus Mitra Dengan Koperasi


SEKADAU, BRP - Untuk menentukan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, melalui Kementrian Pertanian, Pemerintah menerbitkan Permentan No 98 tahun 2013.

Pemprov Kalbar juga telah menerbitkan Peraturan Gubernur No 86 tahun 2015 sebagai acuan dan petunjuk tehniknya dalam menentukan indek "K".

Sebagai dasar untuk menentukan indek "K"  tersebut, ada lima belas indikator.

Indikator yang sangat dominan adalah, harga penjualan Crue Palm Oil (CPO) harga penjualan Inti sawit (IS ) serta produksi TBS yang masuk ke pabrik.

Sementara biaya yang dapat mengurangi nilai harga TBS adalah biaya pengolahan,biaya penyusutan pabrik dan biaya administrasi.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)  Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar (12/12/17) menuturkan, ada tujuh Pabrik kelapa sawit yang beroperasi disekadau.

Yang menenuhi syarat dalam Pergub no 86 tahun 2015 hanya dua pabrik saja, PT. Parna Agro Mas dan PT. MJP.

" Namun, PT. MJP tidak mengikuti verifikasi indek " K" karna tidak bermitra dengan petani plasma," kesal Mohtar.

Padahal itu merupakan kewajiban perusahaan perkebunan sawit yang mutlak harus dipenuhi.

Syarat yang sangat menentukan adalah, pabrik melakukan pengolahan minimal dua shif, kebun harus bermitra dengan koperasi," imbuh nya.

Agar perusahaan patuh terhadap aturan yang ada, pihak terkait hendaknya menyurati perusahaan agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

Oleh : Asmuni