RSSA Pontianak Dilengkapi MRI

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

RSSA Pontianak Dilengkapi MRI


Gubernur Cornelis : Pelayanan Supaya Lebih Baik

PONTIANAK, BRP - Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengingatkan Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak agar semakin baik memberikan pelayanan pemulihan kesehatan kepada masyarakat Kalbar, apalagi sudah dilengkapi Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan semakin representatifnya Poli Spesialis. 

"Dengan bertambahnya fasilitas pelayanan kesehatan seperti MRI dan Poli Spesialis maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kalimantan Barat harus semakin baik. Karena ini merupakan implementasi perintah Yesus, yakni iman pengharapan dan kasih." Ujar Cornelis, ketika meresmikan penggunaan MRI dan Poli Spesialis rumah sakit milik keuskupan Agung Pontianak itu. Selasa (5/12) di Aula RSSA Pontianak.

RSSA Pontianak menambah fasilitas layanan kesehatan mereka, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Setelah peresmian dilakukan, dilangsungkan pemotongan pita oleh Ketua PMI Kalbar Ny. Frederika Cornelis, sekaligus peninjauan terhadap fasilitas baru yang dimiliki oleh RS St Antonius tersebut.

Gubernur Cornelis mengingatkan agar alat tersebut dijaga dengan baik dan operatornya harus benar-benar paham penggunaan alat tersebut dan profesional, sehingga bermanfaat bagi masyarakat. "Jangan tipu-tipu, nanti prakteknya dia mengoperasi pasien tidak ada yang diganti bilang ada. Itukan tipu-tipu namanya, yang ini sudah ditinggalkanlah musim Durian sudah selesai sekarang musim Rambai. Musim Rambai itu salah makan kita sakit perut." Ujar Cornelis menganalogikan. 

Untuk itu dirinya mengingatkan agar manajemen Rumah Sakit mengelola dengan baik peralatan tersebut kemudian mencatatnya dalam aset keuskupan Agung Pontianak oleh Yayasan pengelola. Karena Rumah Sakit Santo Antonius ini memiliki sejarah panjang sehingga tetap sebagai rumah sakit Katolik, dimana orang tuanya Gubernur Cornelis (Djamin Indjah) terlibat dalam mempertahankan rumah sakit tersebut agar tidak diambil alih pemerintah karena dianggap milik Penjajahan Belanda. 

"Untuk mempertahankan Rumah Sakit ini agar tetap milik Gereja Katolik tidak gampang, sehingga dengan adanya alat ini (MRI) untuk mendeteksi tubuh manusia gunakan baik-baik karena ada orang yang berniat baik, karena tidak terlalu berorientasi profit." ujar Cornelis. 

Direktur Rumah Sakit Santo Antonius Ponyianak, dr. Gede Sandjaja menjelaskan, MRI adalah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X atau bahan radioaktif. MRI 1.5 Tesla merupakan MRI berkekuatan daya magnetik tinggi yang dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam, irisan yang lebih tipis sehingga perbedaan komponen jaringan lunak lebih jelas dan informasi lokasi kelainan lebih tepat. Pemeriksaan MRai dapat digunakan untuk menilai Kelainan pada jaringan lunak seperti otak dan sumsum tulang belakang. Kepala, leher dan tulang belakang. Rongga dada dan rongga perut (hati, ginjal, pankreas,Musculoskeletal (otot dan tulang). Pemeriksaan MRI tesla tinggi dapat membantu dokter untuk melakukan diagnosa lebih cepat dan pasti. Pemeriksaan MRI ini dapat memberikan lebih banyak informasi sehingga dokter dapat melakukan intervensi / pengobatan lebih awal secara optimal dan kemungkinan keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi. Sedangkan peningkatan Poliklinik Spesialis untuk mempermudah pasien terutama yang rawat jalan, sehingga mendapatkan pelayanan yang optimal.

Oleh redaksi Betang Raya Post