Wah, Elpiji Langka di Sekadau

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Wah, Elpiji Langka di Sekadau


SEKADAU, BRP - Jelang perayaan Natal 25 Desember mendatang, berbagai kebutuhan pokok mulai berangsur naik. Bukan hanya itu, belakangan ini elpiji pun mulai terbilang langka diwilayah kabupaten sekadau dan sekitarnya.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Iskandar mengatakan selain sulit dicari, harga jual LPG 3 kg pun sudah mencapai Rp. 24.000/buah ditingkat pengecer. Padahal, sesuai harga HET_nya hanya Rp. 16.500 ditingkat agen.

“ terakhir membeli, bahkan harga eceran sudah mencapai Rp. 27.000/buah ". Ungkap Iskandar kepada awak media. Selasa,12/12/17.

Kendati harga sudah diatas kewajaran, Iskandar mengaku akan tetap membeli karena bagaimanapun itu sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat.

"Selama masih bisa terjangkau, tetap kita beli. Ya kalau dapat sih dengan harga sewajarnya lah ". Harapnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu Agen LPG dikabupaten sekadau, Reza menegaskan sulitnya masyarakat mendapatkan LPG bukan karena kelangkaan. Namun, memang ada kenaikan untuk harga pada LPG berukuran 12 kilogram sehingga berimbas pada ukuran 3 kg dan penyuplaiannya.

“ hingga saat ini, stok hanya pas-pasan. Peningkatan permintaan pun belum ada ". Ujarnya.

Menurut Reza, sejak sebulan terakhir ada kenaikan terhadap LPG non subsidi. Bahkan kenaikan harga tersebut mencapai Rp.10.000. Sedangkan, untuk LPG ukuran 3 kilogram tetap normal dan tidak ada kenaikan.
“ Intinya, untuk di Kabupaten Sekadau tidak ada kekurangan ". Tandasnya.

Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Sekadau, Hironimus mengatakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih akan menghadapi natal dan tahun baru 2018, akan digelar bazar sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ infonya, pada 15 desember mendatang PT. Roda Jaya Gemilang akan gelar bazar LPG 3 kg di Pasar Baru ". Bebernya.

Selain itu, Hironimus mengimbau para pedagang agar tidak memanfaatkan kondisi dan melakukan spekulan jelang natal dan tahun baru 2018. Bila ada kenaikan, hendaknya dalam batas kewajaran.
" kita akan tindak tegas bila ditemukan spekulan ". Tegasnya.

Oleh : Robiantinus Hermanto