Cornelis Tetap Merakyat

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Cornelis Tetap Merakyat

Mantan Gubernur Kalbar ini Singgah Di Puncak Benuah, ada apa?

PONTIANAK, BRP - Ibu-ibu yang berjualan di Puncak Bukit Benuah Jalan Trans Kalimantan Ruas Tayan-Pontianak, sore Minggu (28/1), sumringah namun disatu sisi kaget lantaran dagangannya diborong Mantan orang nomor satu di Kalbar. Menjelang sore, jalan ramai lalu lalang namun sedikit yang singgah berbelanja menjadikan pendapatan pedagang bukit benuah itu seret, Sore itu Cornelis dan istrinya singgah, sehingga harapan para pedagang kembali muncul.

Sedari menjabat Gubernur Kalbar dua periode, Cornelis bersama istrinya Frederika, memang senang berbelanja sayur-sayur dan buah-buah musiman seperti Asam Kalimantan, Durian dan buah-buahan khas Kalimantan, Madu Hutan, bahkan tidak jarang mereka menemukan berbagai macam daging dan ikan segar, yang dijual di pasar kaget di pinggir jalan. 

Di Kalimantan Barat, beberapa tempat seperti Bukit Seha Sengah Temila Kabupaten Landak, Simpang Lape Sanggau Kapuas, Kampung Bali Parindu, Puncak Bukit Benuah, merupakan tempat terkenal dengan sayur dan buah-buahan khas Kalimantan yang dijual musiman. Madu hutan, akar pasak bumi, sarang semut dan ramuan obatan tradisional khas suku Dayak bisa didapat di situ.

Kedatangan Cornelis bersama istrinya menjadi berkat bagi pedagang musiman yang kebanyakan ibu-ibu, karena selain dagangannya laku habis diborong, biasanya bayarannya pun dilebihkan. Mereka juga biasanya berdialog dengan sang pemimpin. "Saya membeli Rebung dan Ikan Toman 4 kilogram." ujar Cornelis, disela-sela dirinya berbelanja bersama sang istri. 

Cornelis memang pemimpin yang dibentuk tidak instan, lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), itu meniti karir sebagai pegawai harian kantor Camat, hal itu menjadi modal awal ayah dr. Karolin Margret Natasa dan Angeline Fremalco itu memahami bagaimana mengurus rakyat. Bagaimana kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sangat dipahaminya, namun disatu sisi dirinya bangga karena masyarakat tidak bermental pengemis. Kalimantan itu kaya sumber daya alam yang bisa menghidupi masyarakatnya, asal mau berusaha pasti bisa hidup. Demikian pernah disampaikan Cornelis pada setiap pidatonya.

Bagi Cornelis, mengurus rakyat memang berdasarkan pengalaman yang didapat di lapangan, sehingga tak jarang setiap pidato, fakta yang berkaitan dengan strategi untuk pembangunan Kalimantan Barat diungkapkan sejalan dengan realita di lapangan.

Lulusan S1 Ilmu Administrasi Negara Univeraitas Brawijaya Malang itu mengungkapkan bahwa membangun fisik itu tidak terlalu sulit. Namun membangun sumber daya manusia itu perlu proses dan tidak mudah. Karena hasilnya baru dapat dilihat 20 sampai 30 tahun kemudian.

Redaksi Betang Raya Post Firmus