dr Karolin Sampaikan Visi Misi di PPP

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

dr Karolin Sampaikan Visi Misi di PPP

PONTIANAK, BRP - Bakal Calon Gubernur Kalimantan Barat, dr. Karolin Margret Natasa sampaikan visi dan misinya dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Partai Persatuan Pembanguan (PPP) Kalimantan Barat di Palapa Beach Hotel Pasir Panjang Indah Singkawang pada Jumat (05/01).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) wilayah II Singkawang dan Bengkayang turut dihadiri oleh Ketua DPW PPP Kalbar, Retno Pramudya, Wakil Walikota Singkawang, Irwan, Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar yang juga Bakal Calon Wakil Gubernur Kalbar, Suryadman Gidot, Forkopimda Kota Singkawang, serta Para Pengurus DPC PPP di 14 Kabupaten Kota se Kalbar.’

Dalam presentasinya, Karolin mengatakan perlu adanya keberlanjutan dalam pembangunan. Pemerintahan sebelumnya sangat menyadari pentingnya pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat sebagai upaya membuka keterisolasian masyarakat.

“Berbicara tentang Kalimantan Barat hari ini sejak awal Pak Cornelis membangun Kalimantan Barat sangat menyadari bahwa kekurangan kita adalah pembangunan infrastruktur. Ketika Bapak Joko Widodo menjadi Presiden, ternyata programnya sama dengan Bapak Gubernur, Pak Cornelis sudah memulai, saya termasuk orang yang sudah berkeliling Kalimantan Barat mulai dari awal tahun 2007/2008 kemudian melihat sendiri pentingnya dilakukan pembangunan infrastruktur,” ucap Karolin.

Beberapa contoh disebutkannya adalah pembangunan perbatasan, pembangunan jembatan seperti Jembatan Pak Kasih yang ada di Tayan yang menghubungkan akses dari Kabupaten Sanggau menuju Ketapang.

Karolin juga menambahkan, upaya membuka keterisolasian masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah saat ini. Beberapa project atau pekerjaan Pemerintah yang diharapkan dapat terselesaikan pada tahun 2018 ini. Diantaranya Jalan Temajuk – Aruk (90 km), Aruk – Seluas (78 km), Seluas – Entikong (84 km), Entikong – Rasau (99 km), Rasau – Sepulau – Sintang (99 km), Sintang – Ng. Badau (43 km), Ng. Badau – Lanjak (46 km), Lanjak – Mataso (26 km), Mataso – Tanjung Kerja (56 km), Tanjung Kerja – Putussibau (37,84 km), Putussibau – Ng. Era (37 km) dan Ng. Era – Batas Kaltim (158 km).

Berdasarkan kondisi faktual yang ada di Kalimantan Barat saat ini, lanjut Karolin, dirinya mencoba mengidentifikasi kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Salah satunya adalah pemimpin harus mampu mendengarkan dan menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Pemimpin yang tidak berjarak adalah pemimpin yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bagaimana seorang pemimpin dapat mengayomi rakyat tanpa jarak, Semenjak saya di DPR RI, saya menyadari betul pentingnya berada ditengah masyarakat, hampir seluruh wilayah di Kalimantan Barat ini sudah saya kunjungi meskipun tidak setiap Desa, saya paham betul bagaimana kondisi setiap wilayah di Kalimantan Barat, ” tutur Karolin.

Selain itu, Bupati ketiga Kabupaten Landak dengan perolehan suara 226.378 (96,62%) itu juga mengatakan kondisi di Kalimantan Barat sangat unik dan berbeda dengan wilayah lainnya. Maka menurut Karolin, seorang pimpinan harus mampu merawat keberagaman. Kunci keberhasilan pembangunan di Kalimantan Barat, meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat, Pertumbuhan ekonomi di atas Nasional adalah dipengaruhi oleh terjaganya stabilitas keamanan di Kalimantan Barat.

“Jika ke Pontianak, kita melihat berbagai pembangunan, ada Hotel-Hotel berstandar Nasional/Internasional itu merupakan salah satu simbol-simbol pembangunan ekonomi yang terjadi pada masa kepemimpinan Bapak Cornelis sebagai Gubernur Kalimantan Barat, dan syarat utamanya adalah adanya stabilitas keamanan dengan kepemimpinan yang stabil, sebagai seorang perempuan, seorang ibu yang secara naturalnya, biologisnya adalah merawat, maka bagi saya merawat keberagaman merupakan salah satu komitmen kita bersama,” ungkapnya.

Hal lain yang harus terus diwujudkan oleh Wanita kelahiran Mempawah 35 tahun silam itu adalah menjadikan perbatasan sebagai beranda terdepan bagi Republik Indonesia. Pemerintahan Bapak Cornelis sebagai Gubernur Kalbar telah berupaya mewujudkannya selama ini. Komitmen Cornelis dibuktikannya dengan membentuk Badan Perbatasan pasca di lantik sebagai Gubernur Kalbar.

“Provinsi pertama yang membentuk badan perbatasan adalah Provinsi Kalimantan Barat segera setelah Bapak Cornelis dilantik, sehingga perbatasan sudah menjadi prioritas beliau dan kita bersyukur hal ini selaras dengan program pembangunan nasional yang dimulai dari Pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhodyono dan percepatannya dilaksanakan pada masa Pemerintahan Bapak Joko Widodo, ” imbuhnya.

Modal utama yang dimiliki oleh Karolin saat ini dan menjadi syarat utama baginya menjadi pemimpin di Kalimantan Barat adalah pengalamannya menjabat anggota DPR RI selama 2 periode 2009 -2015 yang lalu dengan perolehan suara terbesar se Indonesia.

“Kalimantan Barat dengan kondisi saat ini sudah on the track, sudah dalam progress yang baik, tentu ini harus kita teruskan. Selain dari pada keselarasan, keberlanjutan dari pembangunan yang ada saat ini menjadi prioritas bagi kita. Kita juga membutuhkan percepatan. Secara nasional Indonesia saat ini sedang bergerak cepat, karena pimpinannya menginginkan kita bergerak cepat, cepat tapi harus tepat. Untuk itu yang dapat mengimbangi percepatan tersebut adalah harus ada energi muda yang menjadi semangat baru di Kalimantan Barat. Mudah-mudahan saya dan Bapak Suryadman Gidot bisa menjadi salah satu sumber energi tersebut bagi kemajuan Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Redaksi Betang Raya Post