Hibur Cucu Dengan Pantun

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Hibur Cucu Dengan Pantun

Cinta Seorang Nenek

SANGGAU, BRP- Kisah ini bermula ketika sang cucuk marah, sebut saja nama cucuknya Raja yang mengomel dan mulai rewel kepada sang nenek, saat permintaannya tak dihiraukan. Rajapun mulai manangis dan marah serta merengek minta di belikan mainan kepada sang nenek.

Nenek Raja begitu biasa beliau disapa, mendengar sang cucu yang terus-menerus menangis, akhirnya sang nenekpun bernyanyi.

"Kacang aro-aro, saluang batu ampar, datang tak disaro, pulang minta antar ok", begitulah lirik lagu yang di lantunkan nenek Raja di kediamannya perumahan Sabang Merah, Kelurahan Bunut C2 No.18, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Rabu (10/1/2018)

Menurutnya, lagu itu adalah pantun yang kemudian dijadikannya sebuah syair yang merdu.

Ini merupakan bentuk kasih sayang seorang nenek kepada cucuknya, yang pada akhirnya sang cucuk pun tersenyum oleh sikap neneknya.

Oleh: Martini Nesi