Jadilah Bintang Bagi Sesama

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Jadilah Bintang Bagi Sesama

SANGGAU, BRP - Pastor Thomas mengatakan,  tanpa terasa kita akan segera mengakhiri masa Natal dalam kalendarium liturgi kita. Berakhirnya masa Natal kali ini disertai pula dengan perayaan penampakan Tuhan atau Epifani. Perayaan penampakan Tuhan menjadi bukti nyata penyataan Tuhan Yesus kepada dunia, bahwa Ia adalah sungguh-sungguh Sang Mesias, Sang Raja yang dinanti-nantikan, dan Sang Terang sejati. Dia adalah Terang/cahaya yang menerangi semua bangsa.

Nubuat nabi Yesaya mengatakan kepada kita, bahwa bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terang yang menerangi mereka. Demikian pula halnya dengan para raja segala bangsa menyongsong terang yang telah terbit atas mereka.

Terang yang sesungguhnya, yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya adalah Yesus Kristus sendiri. Dia adalah sumber terang bagi segala bangsa, termasuk bagi kita pula.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, mengatakan kepada kita bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena berita Injil, turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh serta peserta dalam janji, yang diberikan dengan pengantaraan Kristus. Pernyataan ini mau mengatakan kepada kita, bahwa melalui Yesus Kristus janji keselamatan diterima oleh semua bangsa.

Sementara itu perikop Injil mengisahkan kepada kita tentang perjumpaan para Majus dengan kanak-kanak Yesus di Betlehem. Mereka adalah orang asing dan bukan bangsa Yahudi. Para Majus atau yang biasa kita kenal juga dengan nama para sarjana atau tiga raja ini, jauh-jauh datang dari negeri mereka untuk menjumpai Yesus. Untuk berjumpa dengan Yesus, mereka membutuhkan perjuangan, perlu tenaga, perlu waktu, dan perlu biaya yang mahal.

Tetapi para Majus tersebut tidak mudah menyerah dan tidak gampang putus asa. Mereka adalah orang-orang yang gigih dalam pencarian. Dengan bimbingan bintang, para Majus ini akhirnya sampai pada Yesus yang mereka cari. Melalui petunjuk bintang yang menuntun mereka, mereka berjumpa dengan Sang Raja di atas segala raja dan Sang Terang yang menerangi segala-galanya.

Ketika berjumpa dengan kanak-kanak Yesus, para Majus dengan hati penuh sukacita sujud menyembah dan mempersembahkan persembahan. Sikap sujud menyembah ini mau mengatakan kepada kita bahwa para Majus tersebut mengakui kemaharajaan Yesus.

Selain itu, mereka juga memberikan persembahan kepada kanak-kanak Yesus. Persembahan itu berupa emas, kemenyan, dan mur. Emas menyimbolkan pengakuan terhadap Yesus sebagai Raja. Kemenyan melambangkan keillahian Yesus. Sedangkan mur melambangkan penyerahan diri Yesus secara total.

Emas, kemenyan, dan mur merupakan persembahan terbaik yang diberikan oleh para Majus untuk kanak-kanak Yesus. Persembahan ini juga sekaligus melambangkan penyerahan diri mereka secara total kepada Yesus Kristus, Sang Raja segala bangsa.

Lantas, melalui Sabda Tuhan dan juga melalui perayaan penampakan Tuhan ini, pesan teologis apa yang dapat kita bawa dalam kehidupan kita masing-masing. Pesan teologis tersebut antara lain:

Pertama, di tengah kesibukan kita sehari-hari, kita selalu diundang untuk datang kepada Yesus. Kita diundang untuk datang dan berjumpa denganNya. Melalui doa, Ekaristi, Kitab Suci, dan bacaan rohani lainnya, dapat menuntun dan membimbing kita dalam mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Karena itu berusahalah selalu untuk memenuhi undanganNya melalui doa, Ekaristi, Kitab Suci, dan bacaan rohani lainnya, agar kita dapat mengalami perjumpaan denganNya dan mengalami kasihNya dalam hidup kita.

Kedua, sama seperti halnya para Majus, kita juga diharapkan untuk senantiasa menyerahkan diri kita, hidup kita secara total kepada Allah. Perbuatan amal kasih dan kolekte/derma yang biasanya kita berikan dapat menjadi lambang pemberian diri kita kepada Allah. Karena itu jangan pernah bosan untuk melakukan perbuatan amal kasih dan menjadi penderma-penderma yang ulung. Percayalah, Tuhan akan selalu memperhitungkan segala perbuatan kita.

Dan ketiga, para Majus dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus, karena dibimbing oleh bintang. Kita semua juga adalah bintang. Kita semua adalah bintang yang menerangi teman, keluarga, komunitas, dan orang-orang di sekitar kita. Maka dalam kehidupan sehari-hari, jadilah selalu sebagai bintang yang senantiasa menerangi sesama, yang menuntun dan membimbing sesama menuju keselamatan.

Selamat merayakan hari raya penampakan Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.

Redaksi Betang Raya Post