Kades Semerangkai Ditangkap Polisi

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Kades Semerangkai Ditangkap Polisi

SANGGAU – Kepolisian Sektor (Polsek) Kapuas menangkap Kepala Desa Semerangkai berinisial HA (33) atas dugaan pencurian minyak kotor yang berada di Kolam Penampungan Minyak PKS wilayah limbah PTPN XIII Rimba Belian. HA yang ditangkap Jumat (26/1/2018) langsung di tahan di Mapolsek Kapuas.

Kapolsek Kapuas, Iptu Sri Mulyono, mengungkapkan bahwa pada Rabu (24/1/2018) sekira pukul 10.00, saksi mata atas nama Damianus sedang berjalan menuju ke perumahan karyawan.

Pada saat melintasi di area kolam penampungan minyak kotor PTPN XIII Rimba Belian tersebut, dia melihat beberapa orang (bukan karyawan) melakukan aktivitas mengangkat minyak kotor dari kolam tersebut.

Melihat aktivitas itu, dia kemudian menuju ke kolam penampungan tersebut dan menegur orang-orang tersebut. Dia menanyakan kepada mereka apakah sudah ada izin dari manajer. Salah satu diantara mereka (pengawas) menjawab tidak ada.

Damianus meminta mereka untuk menghentikan kegiatan illegal itu. Namun, tetap tidak diindahkan. Dia kemudian melaporkan adanya aktivitas terlarang tersebut kepada rekannya.

Atas dasar itu, perwakilan PTPN XIII Rimba Belian, Welly Hitdarto melaporkan kepada pihak kepolisian agar dilakukan penindakan. Akibat aktivitas pencurian itu pihak pelapor mengalami kerugian belasan juta rupiah.

Dikatakan kapolsek, usai pihaknya menerima laporan, dia memerintahkan anggotanya langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi tempat kejadian serta menyita barang yang diduga sebagai hasil kejahatan dan mengambil keterangan sejumlah saksi.

Setelah semua keterangan dan petunjuk-petunjuk akurat, pada Jumat (26/1) dilakukan penangkapan terhadap terduga HA yang berada di Jalan Pangeran Mas Kelurahan Ilir Kota. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan kepada terduga pelaku.

Kapolsek menambahkan, pencurian minyak kotor tersebut dengan menggunakan karung dan diangkut dengan truk KB 9611 SA yang rencananya akan dibawa ke penadah di Pontianak. Adapun yang sudah dikemas sebanyak 135 karung.

Sisanya masih ada 95 ikat karung lagi yang belum terisi. Dia memperkirakan jika dikemas semua jumlahnya bisa mencapai ratusan karung.

 “Indikasinya mau dibawa ke penadah di Pontianak. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap dugaan kejahatan terorganisir ini. HA juga sudah pernah diingatkan atas dugaan kasus yang sama tetapi tidak mengindahkannya,” jelas dia.

“Para pekerjanya adalah warga setempat.  Mereka disuruh oleh oknum kepala desa ini.  Kemungkinan warga ini sudah dibayar,” tambahnya.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang berupa satu unit truk KB 9611 SA, 135 karung berisi minyak kotor (Miko), 95 ikat karung kosong, alat sekop, papan, dan tali. Semuanya dibawa ke Mapolsek Kapuas untuk kepentingan proses penyidikan.

Redaksi Betang Raya Post