Renungan Bersama Pastor Thomas

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Renungan Bersama Pastor Thomas

YESUS MEMANGGIL DAN MEMILIH KITA

SANGGAU, BRP - Memasuki masa biasa dalam kalendarium liturgi. Minggu kemarin kita telah merayakan Minggu biasa II. Bacaan Kitab Suci khususnya bacaan I dan Injil kemarin menggambarkan panggilan dari Allah terhadap orang-orang yang dipilihNya. Orang-orang tersebut dipilih untuk ikut ambil bagian dalam karya Allah di tengah-tengah dunia.

Dalam bacaan I (1 Sam. 3:3b-10,19) dikisahkan kepada kita tentang panggilan Samuel. Samuel dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk menjadi seorang nabi. Ia menjadi seorang nabi bagi umat yang dikasihiNya. Dari pihak Samuel, ia menerima tawaran panggilan tersebut. Ia menerima panggilan dari Allah dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang nabi dengan penuh kerendahan hati dan penyerahan diri.

Kemudian pada bacaan Injil (Yoh. 1:35-42) dikisahkan kepada kita tentang panggilan Petrus dan Andreas. Petrus dan Andreas dipanggil dan dipilih oleh Yesus menjadi murid-muridNya. Kedua orang murid tersebut mengemban tugas utama, yakni mewartakan Injil. Mereka mengemban tugas mewartakan Injil ke segala bangsa.

Sama seperti halnya nabi Samuel dalam perikop bacaan I, Petrus dan Andreas dalam perikop Injil juga dengan penuh kerendahan hati menerima tawaran panggilan dari Tuhan Yesus. Bahkan keduanya rela meninggalkan segala-galanya demi mengikuti Tuhan Yesus. Keduanya rela meninggalkan pekerjaan, harta, keluarga, dan sebagainya.

Petrus dan Andreas sesungguhnya menyadari bahwa mengikuti Yesus dan menjadi muridNya bukanlah sesuatu yang mudah. Bukanlah suatu pekerjaan yang mudah pula yang diemban oleh mereka. Keduanya sungguh-sungguh menyadari bahwa pilihan menjadi murid Kristus itu mengandung konsekuensi pula.

Selain harus siap meninggalkan segala-galanya, kedua orang murid tersebut juga harus siap diutus kemanapun. Mereka harus siap diutus kemanapun dalam menjalani tugas sebagai pewarta-pewarta Injil. Dan memang, kita semua tahu bahwa kedua murid ini dengan penuh kesetiaan menjalani tugas perutusan mereka sebagai murid-murid Kristus. Bahkan tugas tersebut dijalani sampai akhir hayat.

Lantas, bagaimana dengan kita? Kita juga adalah murid-murid Kristus. Tuhan Yesus telah memanggil dan memilih kita untuk menjadi para muridNya. Sebagai murid-murid Kristus, kita memiliki tugas yang sama, yakni mewartakan Injil dan menghadirkan KerajaanNya di tengah-tengah dunia ini.
Untuk itu kita perlu memiliki sikap rendah hati dan juga penyerahan diri secara total dalam menerima dan melaksanakan tugas yang diberikanNya kepada kita.

Dengan model panggilan hidup kita yang bermacam-macam, selain dapat memberikan warna bagi kehidupan, tentu diharapkan dapat menjadi sarana bagi kehadiran KerajaanNya di dunia ini. Selain itu, melalui panggilan hidup yang kita jalani masing-masing, kita diharapkan menjadi saksi-saksi Kristus bagi sesama.

Semoga dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjalani tugas sebagai murid-murid Kristus dengan penuh kerendahan hati, penuh sukacita, penuh kesetiaan dan penuh cinta kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Oleh: Redaksi Betang Raya Post