Wah Banjir

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Wah Banjir

Rumah Jabatan Gubernur Kalbar Kebanjiran
Ternyata Cornelis Pernah Ingatkan Pemkot Pontianak

PONTIANAK, BRP - Gubernur dua periode mengeluhkan kawasan Pendopo Gubernur di Jalan Ayani selalu banjir ketika hujan lebat. Seperti tadi malam, Sabtu (13/1) ketika dieinya mau menghadiri natal oikumene pemuda dan mahasiswa Dayak Kalimantan Barat, di aula istana Rakyat Kalbar.

Orang nomor satu itu pun spontan mengambil smartphonenya untuk mengabadikan moment tiap turun hujan itu.

"Sudah sampai ke lantai pendopo gubernur, mantap juga, Kota Pontianak, di Pendopo banjir," ucap Gubenur dari video.

Video satu lagi berdurasi 1,4 menit, tampaknya hasil dari rekaman video Gubernur langsung. 

"Rumah gubernur banjir, rumah gubernur banjir, karena parit-paritnya ditutup. Ini dia, satu hari jak ujan sedikit kena banjir rumah gubernur," kata suara dari video yang mengarah ke sejumlah sudut untuk menampil banjir.

Video terus merekam ke sejumlah arah, sambil terdengar suara dari video.

"Kena banjir sampai ke lantai pendopo mantap juga, Kota Pontianak di Pendopo banjir, ini mantap Rumah Gubernur banjir... jir, karena parit-parit yang ada di tutup. Mantap kena banjir, jir... jir," akhir dari suara video yang mirip suara Gubernur Kalbar.

Ternyata Gubernur Cornelis pernah mengingatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Pontianak, Maret 2017. 
Ketika itu, Cornelis mengingatkan yang harus diprioritaskan Pemerintah Kota Pontianak dalam perencanaan pembangunan tahun anggaran 2018 mendatang dua prioritas, yaitu masalah pengelolaan air bersih dan banjir, karena masih ada beberapa ruas jalan masih tergenang saat hujan dan air pasang.

Bahkan Cornelis katakan permasalahan air bersih juga menjadi masalah di luar negeri tidak hanya di Kota Pontianak ia contohkan di Singapura saja, membeli air dari Johor, Malaysia.

“Sekarang ini Singapura sudah menggunakan teknologi di mana air asin diolah jadi air tawar. Kita disini tidak usahlah sampai semacam itu, tapi cukup dicari sumber mata air yang bisa dipakai. Minimal punya DAM atau embung yang bisa menampung jutaan meter kubik air, untuk itulah dalam rencana pembanguan Pontianak, masalah air dan banjir itu harus mendapatkan prioritas." ujar Cornelis.

Redaksi Betang Raya Post Firmus