Ada Apa Dengan Narkoba?

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Ada Apa Dengan Narkoba?

Waspada, kriminalisasi dan rekayasa perkara Narkotika sudah merambah ke kampung kampung.

Bagian: 1

SANGGAU, BRP - Sesuai fakta yuridis, bahwa barang bukti narkotika jenis shabu ditemukan polisi di grasi sebelah rumah Terdakwa. Dan grasi tersebut, tidak terkunci. Hanya punya atap dan tanpa dinding.

Halaman rumah Terdakwa, tidak berpagar. Siapa pun bisa datang dan siapa pun bisa dengan mudah ke halaman rumah tersebut. Siapa pun bisa dengan mudah menaruh narkotika jenis sabu di grasi tersebut.

Sewaktu polisi mencari barang bukti narkoba, salah seorang polisi menemukan payung tergantung, namun polisi tersebut sembari berkata, ini sabu_nya telah ditemukan. Sambil membawa payung, ke hadapan kasat dan Terdakwa yang tengah duduk dan berada di depan rumah Terdakwa. Benar saja, begitu tepat di depan kasat, payung pun dibuka dan di dalamnya terdapat 1 buah botol kecil berisi paket narkoba. Pertanyaannya, bagaimana polisi tadi langsung tahu isi payung yang berisi botol yang didalamnya narkoba?
Itu kejanggalan pertama, kemudian setelah menemukan narkoba yang didalam botol dan tersimpan pada payung tersebut, seluruh polisi langsung mengamankan Terdakwa berikut barang bukti ke Mapolres Sekadau.

Kesimpulannya, hanya polisi dari Polres Sekadau-lah yang merasa puas dengan menemukan 4 paket kecil sabu dari seorang  Tersangka yang "sudah" di TO sebagai bandar.  Seandainya benar benar melakukan penggeledahan, tentulah  mereka akan menggeledah rumah dan kamar kamar dalam rumah Terdakwa.

Atau tidak berniat menemukan barang bukti lain yang memberi petunjuk bahwa Terdakwa seorang bandar, misalnya timbangan digital atau uang dalam jumlah besar atau barang bukti lainnya?
Dapat dipastikan, bahwa polisi yang melakukan penggeledahan tersebut, sudah atau telah mengetahui  tentang seberapa banyak narkoba yang ditaruh dihalaman rumah atau grasi Terdakwa.

Kalau pun mereka melanjutkan penggeledahan, toh akan sia sia alias tidak menemukan narkoba lain.

Saya berharap, Majelis Hakim memberi atensi pada kejanggalan kejanggalan ini.

Sebuah Catatan:
Dalam Perkara Pidana an Terdakwa Pandapotan Banjarnahor alias Marbun
Penasehat Hukum Terdakwa,
Aprin Turnip SH