Presiden MADN Cornelis Hadiri Peresmian PLTMH di Tempunak Sintang

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Presiden MADN Cornelis Hadiri Peresmian PLTMH di Tempunak Sintang

SINTANG, BRP - Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis hadir pada peresmian tiga proyek di Kecamatan Tempunak yakni tiga pembangkit listrik tenaga air kecil atau mikrohidro (PLTMH), dua unit pipanisasi air bersih dan satu unit homestay di Kecamatan Tempunak, tepatnya di Dusun Lebuk Lantang Desa Riam Batu, Selasa (30/1/2018). Atas gagasan Keling Kumang Group merehabilitasi, mereorientasi dan pengembangan usaha.

Bersama Bupati Sintang dr. Djarot Winarno, Ketua DPRD Sintang  Jeffray Edward, serta tamu undangan lainnya, Cornelis disambut antusias warga Dusun Lebuk Lantang Desa Riam Batu. 

Hadirnya Presiden MADN tersebut karena sebagai Gubernur dirinya sangat mendukung pembangunan tersebut turut andil dalam proses pembangunan proyek tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Cornelis juga mengajak seluruh Masyarakat untuk wajib menjaga hutan.

Menurutnya konsep green ekonomi seperti saat ini sebagai antisipasi perubahan iklim yang diperkirakan pada tahun 2050 suhu akan naik 2 Celcius, Konsumsi air yang bersih dan sehat akan dilahirkan generasi yang cerdas dan kedepannya negara ini akan hidup dari penghasilan sektor pariwisata.

Cornelis juga menyampaikan apresiasinya sekaligus mengingatkan bahwa pentingnya langkah pembangunan yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sintang. “Apa yang kita lakukan dengan pembangunan ini, ini adalah kegiatan kemanusiaan, dalam rangka menyelamatkan manusia dengan melestarikan hutan, alam kita. Hutan hujan tropis kita ini di jantung Kalimantan ini berperan penting untuk mengantisipasi perubahan iklim,” katanya. 

Selain itu, Mantan Gubernur Kalbar dua periode itu mengingatkan agar menjelang Pemilihan Gubernur Kalbar, masyarakat Tempunak Hulu terdaftar sebagai pemilih dengan menunjukkan kepemilikan KTP, serta mengetahui nama calon Gubernur beserta partai pendukungnya, serta jangan gampang terpancing oleh isu yang tidak benar, konsep pembangunan dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh situasi dan kondisi wilayah yang aman.

Yohanes Rj selaku penanggungjawab program memaparkan bahwa tujuan akhir dari program ini untuk menjaga hutan adat yang ada. Program ini disebut dengan program penguatan ekonomi hijau lokal melalui pemberdayaan masyarakat adat dan pemulihan lingkungan (proyek self help green -SHG). Program ini merupakan kerja sama antara berbagai non government organization (NGO) Yayasan Kehati dan millenium challenge America-indonesia (MCA-I).Program ini dimulai pada tahun 2016. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh konsorsium pemberdayaan ekonomi hijau  (KUJAU Kalbar).

Menurut Yohanes, ruang lingkup proyek ini meliputi aktivitas pemberdayaan terutama kaum perempuan, budidaya, peningkatan produktivitas, pengelolaan kawasan serta mendorong ketahanan energi melalui pengadaan energi terbarukan.

Laporan Redaksi Betang Raya Post