Pengawasan Perbatasan, TNI dan TDM Patroli Bersama

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Pengawasan Perbatasan, TNI dan TDM Patroli Bersama

Laporan Kontributor Betang Raya Post Biro Entikong, DW
Editor Firmus

ENTIKONG, BRP - TNI Angkatan Darat berkolaborasi dengan Tentara Darat Malaysia (TDM) melakukan patroli terkoordinasi diperbatasan sektor barat Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia.

Patroli bersama ini dilakukan selama sepuluh hari, melibatkan puluhan prajurit gabungan Yonif 642/Kapuas dan TDM 13 RAMD dengan sasaran antara lain, pemeriksaan patok batas negara dan pemetaan daerah rawan aktifitas ilegal.

Komandan Korem 121/Alambana Wanawai Brigjend TNI Bambang Ismawan mengatakan, patroli bersama ini adalah wujud kerjasama Indonesia -  Malaysia melalui TNI dan TDM.

"Melalui patroli terkoordinasi ini kita harap hubungan baik kedua negara semakin terjaga. Masih banyak kegiatan ilegal di perbatasan, baik itu penyelundupan, narkoba dan lain-lain," ujar Brigjend TNI Bambang Ismawan usai upacara Pembukaan Patroli Terkoordinasi Siri/I tahun 2018 di Pos Kotis Satgas Pamtas Entikong, Sabtu (21/4/2018).

Danrem menyampaikan, melalui patroli terkoordinasi ini diharapkan kegiatan ilegal dan kejahatan transnasional diperbatasan bisa dihilangkan, minimal diminimalisir.

"Tujuannya mengurangi kegiatan ilegal, kalau bisa tidak ada lagi kegiatan ilegal di perbatasan. Terutama yang sering kita dengar soal narkoba, ini kan masih sering kita dengar penyelundupan narkoba," ucapnya.

Di tempat yang sama, Panglima Briged Ketiga Infantri Malaysia Brigjend Muhammad Bustaman menyampaikan pelaksanaan patroli terkoordinasi ini untuk memastikan letak patok batas negara.

"Patroli ini terutama untuk mengetahui letak pasti patok batas negara dan kondisinya supaya tidak dirusak ataupun dipindah. Pemeriksaan patok batas negara ini harus dilakukan bersama, tidak bisa satu negara saja," kata Brigjend Muhammad Bustaman.

Dia melanjutkan, wilayah perbatasan harus dilakukan patroli secara bersama-sama untuk memastikan daerah ini bebas dari kegiatan ilegal, baik itu illegal trading, human trafficking maupun perlintasan tanpa ijin.

"Tapi karena hari ini patroli bersama ini disiarkan media, tentu penyelundup itu sudah tahu. Tapi fokus utama yang kita sasar dalam patroli bersama kali ini adalah memetakan titik rawan kegiatan ilegal," tandasnya.

TNI dan TDM melakukan patroli terkoordinasi dua kali setahun. Selain memastikan letak patok batas negara dan pemetaan daerah rawan aktifitas ilegal, patroli ini juga diselingi dengan bakti sosial untuk masyarakat di perbatasan kedua negara.