Debat Kandidat: Tak Tayang di TV Warga Kecewa

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Debat Kandidat: Tak Tayang di TV Warga Kecewa

Laporan Betang Raya Post Biro Mempawah Hulu, Iman Ceriawan Gulo

MEMPAWAH HULU, BRP - Debat Cagu dan Cawagub Kalimantan Barat tahun 2018 dinilai sebagian warga tidak efisien karena tidak semua warga Kalimantan Barat bisa menontonnya karena terkendala signal chanel stasiun Televisi Sabtu (05/5).

Warga Palanyo Desa Pakan, Aksa sedang mengotak atik parabola tv di belakang rumahnya utuk bisa dapat sinyal Salah satu stasiun TV yang dikabarkan akan menayangkan acara Cagub dan Cawagub Kalimantan Barat 2018.

"Saya berusaha mencari sinyal chanel TV yang akan menayangkan debat ke 2 kandidat Cagub dan Cawagub Kalimantan Barat. Sudah hampir setengah hari saya coba putar sana sini tapi tetap tidak dapat," ujar Aksa dengan penuh keringat karena kepanasan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh seorang Kakek di Karasik, Daris (76 th) bahwa TV dirumahnya dan disekitar kampung tidak dapat sinyal stasiun Televisi yang menayangkan acara yang digalang KPU tersebut.

"Saya dan orang kampung sebenarnya pengen sekali mengikuti debat kandidat Cagub dan Cawagub Kalimantan Barat yang diadakan nanti malam tapi disini tidak dapat sinyal TV yang menayangkannya," ungkap Daris dengan raut muka yang kesa.

Menanggapi keluhan warga yang tidak bisa mengikuti acara debat Kandidat Cagub dan Cawagub Kalbar malam ini karena kendala sinyal chanel stasiun TV, seorang tokoh pemuda Mempawah Hulu, Kasim mempertanyakan kegiatan KPU yang terkesan tidak serius kepada masyarakat yang memiliki hak pilih di Pilkada Kalimantan  Barat Tahun 2018.

"Harusnya KPU menayangkan Debat Kandidat Cagub dan Cawagub Kalbar yang berlangsung nanti malam melalui stasiun TV yang Nasional supaya semua warga yang punya hak pilih bisa menentukan pilihannya setelah melihat kepiawaian kandidat saat debat. KPU sepertinya tidak serius.... apa tidak ada anggaran sehingga hanya menggunakan stasiun TV Lokal yang jangkauannya hanya di Pontianak dan sekitar kota kabupaten saja. Harusnya semua orang Kalimanan Barat yang berada di seluruh nusantara bisa menonton. Kalau KPU tidak ada anggaran mending tidak usah ditayangkan kalau tidak menyeluruh menonton!," terang Kasim dengan rasa kecewa karena masyarakat dilingkungannya punya niat menonton tapi tidak dapat sinyal.