Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Giat Apel Kasatwil 2018

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Giat Apel Kasatwil 2018

Kamis, 3 Mei 2018 pukul 07.40 WIB, Kapolri membuka Apel Kasatwil 2018.

JAKARTA, BRP - Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan SH, S.IK.MM mengatakan, bertempat di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan telah dilaksanakan Apel Kepala Satuan Wilayah Kepolisian Republik Indonesia Tahun 2018 (Apel Kasatwil).

Tema “ Polri yang promoter siap mengamankan agenda Kamtibmas Tahun 2018 dan 2019 “ yang dibuka oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhamad Yusuf Kalla direncanakan hadir dihari kedua dalam acara tersebut.

"Dalam penyelenggaraan kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat baik dari Internal Polri maupun Eksternal,"ucap Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan SH, S.IK.MM, seperti yang dirilis.

Ia menjelaskan, Apel Kasatwil Kepolisian Republik Indonesia Tahun 2018 ini diselenggarakan dari tanggal 3 - 4 Mei 218.

Dalam pelaksanaanya Kapolri memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi. Adapun yang mendapat penghargaan antara lain Kenaikan Pangkat Luar Biasa / KPLB Bripka Gatot Supriyanto ( korban penusukan tersangka BNN ), Irjen Pol Drs. Arman Depari, Brigjen Pol Drs. Achmad Fuadil, AKBP Indra Hermawan, AKBP Suhermanto, AKBP Agus Setiawan, Kompol Maratua, Bripka Tri Wardoyo. Penghargaan kepada satker terkait zona integritas, penghargaan terkait pelaksanaan Quick wins periode 2015  terhadap 5 Polda ( Sulteng, Kalbar, Banten, Kalsel dan Jambi ). Periode 2016 ( NTB, DIY, Babel, Kepri, dan Sumsel ), Periode 2017 ( Sulut, NTB, Lampung, Jabar dan Jatim ).

Penghargaan terhadap Satker terkait inovasi pelayanan Publik, dan Penghargaan terbaik Satgas Nusantara.

Dalam Arahannya Kapolri menyampaikan evaluasi program promoter tujuannya adalah membangun kepercayaan Publik dengan meningkatkan kinerja, memperbaiki culture sesuai yg di harapkan publik. Harapan publik sangat tinggi untuk mengawal demokrasi. Ada 3 hal perbaikian culture yang kita prioritaskan antara lain, perilaku Koruptif, Arogansi kekuasaan, dan Kekerasan Esesif .

Manajemen Media pengelolaan media konvensional dan media sosial yang baik dengan cara mengakat berita positif dan menekan berita negatif untuk meningkatkan publik trust. Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan menjelang bulan suci ramadhan dan cegah aksi sweeping ormas, operasi cipta kondisi.

Sesuai litbang kompas kepercayaan masyarakat kepada polri naik di peringkat 3 setelah TNI, dan KPK di luar lembaga Kepresidenan.