KAROLIN AKAN KAWAL ASPIRASI PEMBANGUNAN RUMAH ADAT TIONG HOA

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

KAROLIN AKAN KAWAL ASPIRASI PEMBANGUNAN RUMAH ADAT TIONG HOA

PONTIANAK, BRP - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa mengatakan, dirinya mengusulkan agar masyarakat Tiong Hoa di provinsi ini merencanakan pembangunan rumah adat masyarakat Tiong Hoa, sehingga dapat dijadikan ikon.
 
"Silahkan usulkan mulai dari sekarang, dibuat proposalnya, agar masyarakat Tiong Hoa juga punya rumah adat sendiri, karena saat ini baru masyarakat Melayu, Dayak dan Madura yang memiliki rumah adatnya," kata Karolin, saat menjawab pertanyaan perwakilan masyarakat Tiong Hoa Kota Pontianak, dalam kampanye dialogis belum lama ini.

Menurutnya, untuk pembangunan rumah adat Tiong Hoa atau suku lainnya, tergantung dari usulan yang diberikan oleh pihak terkait, bisa perwakilan masyarakat atau lembaga yang menaunginya.

"Silahkan buat perinciannya, desainnya dan sebagainya serta yang paling penting kesepakatan antara semua masyarakat, apakah akan dibangun di Pontianak atau di Singkawang, karena sampai saat ini informasi yang saya dapat antara masyarakat Tiong Hoa belum ada kesepakatan," lanjutnya.

Yang penting, kata Karolin, harus ada kesepakatan yang jelas antara masyarakat Tiong Hua sendiri, agar pembangunan rumah adat itu bisa dilakukan. Jika itu sudah, dirinya menyarankan agar serega menyampaikan usulan itu kepada DPRD dan Pemprov Kalbar, agar itu bisa diproses.

"Sebagai calon Gubernur Kalbar, saya tidak ingin menjanjikan hal terlalu jauh, karena saya tidak ingin bohong dengan masyarakat. Namun, untuk pembangunan rumah adat ini, selagi semua pihak sudah sepakat dan anggarannya ada, tentu ke depan, kita akan mendorongnya," terangnya.

Ditempat yang sama, perwakilan masyarakat Tiong Hua Kota Pontianak, Gisen mengharapkan agar Karolin, sebagai calon Gubernur Kalbar, ke depan bisa memperjuangkan pembangunan rumah adat bagi masyarakat etnis Tiong Hua di Kalbar.
   
"Saat ini, masyarakat adat Melayu sudah memiliki rumah adatnya sendiri, demikian dengan masyarakat Dayak dan Madura. Sebagai salah satu etnis yang ada di Kalbar, tentu kami juga ingin masyarakat Tiong Hua bisa memiliki rumah adatnya sendiri," kata Gisen.