Meraih Kemuliaan Bearti Memikul Salib

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Meraih Kemuliaan Bearti Memikul Salib

RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Oleh: Heron Anggota Pengurus DPP Paroki Bunut Keuskupan Sanggau

Prestise, pangkat dan kedudukan merupakan situasi mapan yang mesti diraih demi mempertontonkan sebuah kemuliaan diri. Itulah ambisi para manusia serakah zaman now.

SANGGAU, BRP - Hal ini tampaknya juga terjadi zaman Yesus. Di tengah kecemasan dan ketakutan para murid (ayat 1), Yesus memberitahukan untuk ketiga kalinya bahwa Ia harus menempuh jalan salib yaitu jalan penderitaan. Ia akan diserahkan Allah (lihat Kis 2:23) ke dalam tangan manusia (Mrk 9:30). Mereka adalah para pemimpin Yahudi dan orang Romawi yang tidak mengenal Allah (ayat 33). Namun cerita tidak berakhir sampai di situ saja.  Ia akan bangkit pada hari yang ketiga.

Namun murid Tuhan salah memahami pemberitahuan ini. Mereka menganggap Yesus akan menegakkan kerajaan mesianik di sana. Oleh karena itu mereka meminta kedudukan yang tertinggi dalam kerajaan-Nya (ayat 37). Yesus dengan lemah lembut menunjukkan jalan salib penuh penderitaan, yang akan Dia lalui (ayat 38). Meski mereka akan mengalami penderitaan, seperti Guru mereka, tetapi Yesus tidak berhak untuk memberikan kedudukan kepada mereka (ayat 39-40). Allah akan menyediakan bagi orang yang berkenan kepada-Nya (lih. Why 11:8; 22:12).

Murid-murid lain tidak jauh berbeda. Mereka juga menginginkan kedudukan (ayat 41; lihat Mrk 9:34).Yesus mengingatkan mereka agar tidak seperti para pemerintah tirani (ayat 42). Sebaliknya mereka harus jadi pemimpin yang menjadi hamba bagi orang lain, seperti teladan Yesus (ayat 43-44).

Ia bukan hanya melayani mereka, tetapi juga memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (ayat 44). Inilah paradigma baru tentang pemimpin pelayan dan kemuliaan melalui jalan salib yang harus dipahami dan diterapkan oleh murid-murid-Nya.

*Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!!!*
Tidak ada kemuliaan tanpa jalan salib dan tidak ada kehormatan tanpa melayani orang lain. Kita yang mau menjadi besar dan terkemuka harus mempunyai hati yang melayani dan mau berkorban. Jangan mementingkan diri sendiri, melainkan layanilah sesama dengan rendah hati.
Tuhan memberkati dan melindungi kita, serta memberikan kita damai sejahtera.