Tanto Yakobus Dukung Pembangunan Terowongan Pengganti Jembatan Kapuas 3

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Tanto Yakobus Dukung Pembangunan Terowongan Pengganti Jembatan Kapuas 3

Oleh : Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

PONTIANAK, BRP - Beberapa waktu yang lalu, kita ketahui bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Barat merencanakan akan membangun jembatan kapuas 3 di Pontianak. Namun, sepertinya ada perubahan perencanaan dari Kementerian PU PR Pusat. Pelaksanaannya seharusnya tahun anggaran 2018 /2019.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari Partai Demokrat dapil VI Sanggau-Sekadau komisi IV Tanto Yakobus katakan, ya' perencanaan sebelumnya memang jembatanlah yang akan dibangun yakni jembatan kapuas 3, namun ada perubahan," ucapnya, (28/5/18).

Namun setelah ditanya kepada Kementerian PU PR Pusat, mereka katakan kemungkinan besar diganti dengan "terowongan bawah tanah yang melewati sungai kapuas juga," kata Tanto.

Dari Kementerian PU PR Pusat sudah melakukan study dan ternyata menggunakan terowongan anggarannya lebih murah pekerjaannya juga lebih mudah. Karna pembebasan lahan tidak terlalu banyak.

Selain itu, pekerjaannya lebih canggih dan cepat apalagi Pontianak tergolong tanah rawa jadi pekerjaan lebih mudah," kata Legislator Partai Demokrat ini saat ditemui dirumahnya

"Pilihan terakhir Kementerian PU PR adalah menggunakan terowongan karna jika membangun terowongan anggaran lebih kecil yakni kurang lebih 800 an Milyar. Sedangkan kalau bangun jembatan bisa mencapai 1,2 Triliun bahkan bisa lebih," jelasnya.

"Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat sangat mendukung program itu karna, baru pertama kali di Kalbar," ucapnya.

Ia menambahkan, jika dibangun terowongan maka kedalaman terowongan dari dasar tanah dalam sungai kapuas sekitar 5-10 meter (bawah  tanah). Di indonesia salah satunya di Jakarta sudah menggunakan terowongan dan di Singapura.

Selain tersebut diatas, Tanto Yakobus juga menjelaskan Perda tentang perawatan jalan umum dan jalan khusus. Perda ini bertujuan untuk merawat jalan umum supaya lebih awet dan tidak mudah rusak.

Untuk jalan khusus, adalah khusus bagi perusahaan untuk mengangkut hasil perusahaannya. Artinya perusahaan dilarang mengangkut hasil perusahaannya melewati jalan umum, seperti mengangkut hasil sawit dan pertambangan.

"kita juga juga tidak mau dengan adanya Perda ini bisa menghambat perekonomian daerah dan investasi. Perda itu ada, jalan kita juga bagus perekonomian masyarakat juga lancar," paparnya.

Begitu juga dengan kegiatan perusahaan agar tidak terhambat. Kebetulan, kita di Kalbar mempunyai alur sungai kapuas jadi diharapkan perusahaan bisa mengangkut hasil perusahaan  diantaranya, hasil sawit atau hasil tambang bisa lewat ponton (lewat sungai kapuas).

Perda dimaksud saat ini sedang dibahas oleh Pansus dan sudah study banding. Seperti halnya di Kalimantan Selatan yang sudah menerapkan Perda ini dan kita ketahui jalan disana lebih bagus dan awet. Biaya perawatannya juga lebih ringan misalnya, dari 5 Milyar berkurang menjadi 1,5 Milyar.

"Nah, sisa yang 3,5 Milyar kan bisa untuk pekerjaan lainnya dan untuk 3 unsur petugas (lembaga) yang dilapangan yakni Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Kepolisian (Polantas) yang bertugas mengawasi penggunaan jalan umum (Petugas Rajia)," kata Tanto yang juga ikut dalam anggota Pansus penyusunan Perda dimaksud.