Warga Dusun Longkam Dambakan Pagar Di Pemakaman Setempat

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Warga Dusun Longkam Dambakan Pagar Di Pemakaman Setempat

Oleh : Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

SEKADAU, BRP – Warga Desa Sungai Ringin, Dusun Kapuas RT 09/RW 04 Jalan Longkam Kampung Longkam sudah sejak lama menginginkan adanya pagar di pemakaman setempat.

Maksud dari warga setempat diatas adalah ingin menghilangkan image angker terhadap pemakaman itu. Tentu, dengan dibangun pagar sekeliling makam dan memperindahnya.

“Selama ini pemakaman tersebut dianggap angker dan menakutkan bagi sebagian warga karna memang tidak ada pagarnya,” kata warga setempat.

Selain itu menurut warga, tidak sedikit dari para penghuni makam tersebut yang berjasa bagi masyarakat Kabupaten Sekadau terutama terkait pemekaran Sekadau menjadi Kabupaten pada tahun 2003 silam.

Ketua RT Longkam Herman' juga mengatakan ada beberapa penghuni makam itu adalah para syuhada dan pembela Sekadau menjadi  Kabupaten.

Tidaklah salahnjika kita yang masih hidup menjaga dengan baik makam orang-orang yang telah mendahului kita atau nenek moyang kita  sebagai ungkapan rasa syukur atas jasa mereka dengan memperindah serta merawatnya," kata Herman, (23/5/18).

Oleh karna itu, warga Kampung Longkam RT 09/RW 04 sepakat untuk mengajukan" permohonan pembangunan pagar makam" yang terletak di Kampung Longkam. Sebab, warga menilai kondisi makam juga memprihatinkan.

“Di sekitar makam juga banyak ternak yang masuk sehingga merusak lokasi makam tersebut,” ucapnya.

Saiful Bahari' yang akrab disapa 'Abo Buyong'  bersama warga sempat berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa anggaran untuk pembangunan pagar makam di  APBD tahun 2019 mendatang.

Selain Buyong, ibu-ibu setempat juga berharap ada bantuan dana dari pemerintah untuk pembangunan pagar makam tersebut.

Dengan kondisi yang masih terbuka, rawan kemasukan ternak peliharaan warga sekitar yang mencari makanan hingga masuk ke dalam lokasi kuburan," ujar salah seorang Ibu warga setempat yang enggan menyebutkan namanya.

"Ditambah lagi dimusim penghujan, ternak sering masuk lingkungan makam sehingga bisa menyebabkan ada lubang dan berlumpur," ujarnya.