Link-AR Borneo Bersama Naker-Trans Adakan Dialog Dengan Buruh Kelapa Sawit

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Link-AR Borneo Bersama Naker-Trans Adakan Dialog Dengan Buruh Kelapa Sawit

Oleh : Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

SEKADAU, BRP - Link-AR Borneo bekerjasama dengan dinas Naker-Trans Kabupaten Sekadau adakan Focus Group Discusiion "membangun dialog sosial antara buruh perkebunan kelapa sawit dengan pemerintah Kabupaten Sekadau" digelar di Hotel Vinca Borneo komplek Terminal Lawang Kuari Sekadau, Senin (25/6/18).

Penyampaian dan pemaparan materi (Naras umber) dari Dinas Badan Penanaman Modal, Perijinan Terpadu, Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi oleh Kepala Bidang Naker - Trans Kabupaten Sekadau Basuki Rahmad.

Materi yang disampaikan mengenai masalah ketenaga kerjaan termasuk gaji sesuai UMK, THR, jaminan kesehatan buruh dan masalah PHK buruh pada suatu perusahaan.

Ia meminta jika ada permasalahan dalam pekerjaan atau di Perusahaan tempat bekerja supaya melaporkan kepada dinas Naker-Trans Kabupaten Sekadau.

Perwakilan buruh PT. AA, Frans katakan oleh PT. Agro Andalan (PT. AA) THR buruh harian lepas (HL) tidak dihitung penuh hanya dihitung 20 hari ada juga yang dihitung 25 hari kerja.

Selain itu ia juga menyampaikan beberapa keluhan dan permasalahan BHL pada PT. AA antara lain, status BHL tidak kunjung diangkat menjadi karyawan tetap, APD/APK seperti masker, topi, clemet/apron, sarung tangan, sepatu dan gerobak tidak disediakan oleh perusahaan, basis kerja sewaktu - waktu berubah, transportasi tidak disediakan perusahaan.

Ketika istri hamil pekerjaan istri diganti oleh suami, THR tidak dihitung penuh 1 bulan gaji, tidak ada cuti, tidak ada tanggung jawab perusahaan ketika terjadi kecelakaan kerja dan selama karyawan sakit gaji tidak dibayar, tidak ada kejelasan mengenai BPJS baik BPJS kesehatan maupun ketenaga kerjaan sementara di SPK dimasukkan 2 persen dari gaji karyawan dan masih dipekerjaakan buruh yang berusia 55 tahun.

Dilanjutkannya bahwa, kerja dihari libur tidak dihitung lembur, karyawan penyemprot tidak diberikan susu dan tidak ada tempat pemandian khusus saat selesai bekerja, SPK yang ditandatangani oleh karyawan HL tidak pernah di sosialisasikan, ada intimidasi dari perusahaan ketika tidak menandatangani SPK.

Atas permasalahan diatas, Frans meminta dinas Naker-Trans agar menyampaikan beberapa keluhan pekerja BHL kepada pihak perusahaan PT. AA.