Menuju Ekonomi Lokal Yang Mandiri

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Menuju Ekonomi Lokal Yang Mandiri

Oleh :Ka. Biro Betang Raya Post Sekadau, Asmuni

SEKADAU, BRP - Lokakarya Pengembangan ekonomi lokal (PEL) desa berbasis kelapa sawit diadakan di aula kantor Bupati Sekadau Selasa, 5-6 juni 2018.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kop. UKM dan Perdagangan, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), 10 (sepuluh) unsur kepala desa dan  petugas  pendamping desa.

Sambutan dari Tim Institute Research Empowerment (IRE) Sumadji mengatakan, program IRE di Kabupaten Sekadau adalah lanjutan saat melakukan riset tentang karet beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan ada beberapa tantangan produksi sawit. Salah satunya adalah tantangan dalam hal sisi ekonominya dan bagaimana menghadirkan desa dalam upaya mengembangkan ekonomi lokal," jelasnya.

Selain itu kata dia, ada beberapa kerentanan dalam mengelola sawit antara lain, harga sawit tergantung pada ekonomi dunia, tergantung perusahaan dan masalah lahan baru.

Dikatakannya, di Kabupaten Sekadau sawit boleh dikatakan madonanya masyarakat Kabupaten Sekadau atau sebagian besar masyarakat sekadau mempunyai usaha sawit baik sawit mandiri atau dari perusahaan.

Namun kata dia, ada banyak hal yang bisa menyebabkan kerentanan atau masalah-masalah dalam produksi sawit.

Kepala DPMD Kabupaten Sekadau Bayu Dwi Harsono yang sekaligus membuka acara Lokakarya' mengatakan, kucuran dana desa dari pusat tahun ini adalah 70 triliun dan direncanakan tahun depan akan mencapai 120 triliun.

Untuk Kabupaten Sekadau secara keseluruhan 70 miliar. Rata-rata per desa 1 (satu) miliar keatas bahkan ada yang mencapai 2 (dua) miliar," ucapnya.

Selain itu Ia katakan, sebagian besar wilayah desa di Kabupaten Sekadau adalah kelapa sawit.
Manfaat sawit sangat luar biasa bagi masyarakat desa.

"Diharapkan masyarakat di desa bisa menjadi petani sawit mandiri dalam mengembangkan ekonomi lokal desa berbasis kelapa sawit," harapnya.

Ditambahkannya, berkaitan dengan uu desa, diharapkan desa bisa mandiri dalam penguatan ekonomi lokal yang di wadahi oleh BUMDes.

Ia juga menyampaikan bahwa di Kabupaten Sekadau ada 25 BUMDes yang jenis usahanya bermacam-macam dan ada beberapa desa yang cukup maju antara lain desa Nanga Kiungkang dan desa Pantok.