Skd Akui Penelpon Minta Duit 50 Juta Atas Nama Kasi Intel Kejari Sanggau

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Skd Akui Penelpon Minta Duit 50 Juta Atas Nama Kasi Intel Kejari Sanggau

Terkait Pencatutan Nama Kajari
Skd Akui Murni Membantu dan Jadi Korban

SANGGAU, BRP - Terkait pencatutan nama Kajari oleh terduga Skd, dikonfirmasi wartawan media ini, Selasa (24/07/18) Skd yang juga adalah Kasi air bersih Dinas Perumahan, Cipta Karya Tata Ruang, dan Pertanahan (DPC-TRP) Kabupaten Sanggau tegas membantah keterlibatannya. Kepada wartawan Ia mengaku murni ingin membantu
masalah yang dihadapi ARS.

"Saya bekawan sejak tahun 80an dengan pak ARS ini, sudah ibarat keluarga, di kantor beliau atasan saya, di luar beliau kawan saya, karena rasa simpatik dan ingin membantu tadi itulah yang mendorong saya menyampaikan pesan si oknum kepada orang terdekat pak Ade," kata Skd. Skd mengaku heran dari mana orang tersebut mendapatkan nomor kontaknya.
"Kemungkinan yang ngasi nomor saya ini orang yang kenal dengan saya, inikan dugaan saya," terangnya.

Dalam kasus tersebut, Skd merasa menjadi korban karena niat dirinya, kata Skd hanya ingin membantu.

"Waktu itu saya hanya terfokus ingin menolong kawan, si penelepon ini minta dicarikan orang terdekat ARS, memang jalannya sudah ditipu ya beginilah, kawan terdekat beliau inikan pak Dirman tetangga ARS tapi beliau sedang di Sintang, akhirmya si penelepon ini minta lagi siapa orang terdekat ARS, lalu setelah saya komunikasi dengan istri pak Dirman yang paling dekat ya orang tuanya, tapi waktu itu bapak ARS ini lagi sakit jadi tak enak juga melibatkan orang tua tu tapi saya komunikasilah dengan orang tua beliau," cerita Skd.

Namun, setelah berkomunikasi dengan orang tua ARS yang tak bisa berurusan mengingat sedang sakit, disarankan untuk menemui istri ARS.

"Saya coba temui Istri ARS, tapi dia tidak ada dirumah, pas saya pulang, diteleponlah sama istri ARS ini, singkat cerita saya temui lagi istri ARS ini di rumahnya, saya jelaskanlah permintaan penelepon ini," ujar dia.

Skd mengaku hanya diminta menyampaikan kepada orang terdekat ARS.
"Saya hanya diminta menyampaikan dengan orang terdekat. Dia minta bicara dengan istri ARS. Saya ndak tau sama sekali, saya ini orang yang ingin bantu kawan tapi jadi korban juga," pungkasnya.

Skd menerangkan, bahwa dirinya memang belum pernah kenal dengan si penelepon.
"Si penelepon ini yang ngakunya Kasi Intel Kejaksaan, ngomonglah dia by phone dengan istri ARS, katanya ada angin segar dari Kajari terkait kasus ARS ini. Saya ndak taulah yang lain - lain cuma sempat istri ARS tu ngomong ke saya suruh nyiapkan, suruh antar habis Isya di kompleks rumah dinas Jaksa Bayangkan tu, macam mana ndak yakin suruh antar, tapi tidak lama kemudian dia minta transfer, itu saya tidak tahu karena si pelaku ini nelpon istri ARS, bukan dengan saya," ungkapnya.

Meskipun tidak terlibat dalam kasus tersebut, Skd tetap menyampaikan permintaan maaf kepada istri Skd.

"Seninnya saya ketemu istri Skd pas sama - sama besuk, saya bilang ke istri Skd, Bu saya minta maaf, kalaupun ibu mau nyalahkan saya saya terima bu, tapi jawaban istri ARS itu apa, dia bilang sudah tidak apa - apa pak saya sudah curhat dengan Kasi intel sampai dia dibawa ke polisi untuk melapor, saya tahu bapak benar - benar ingin nolong suami saya, saya bilang ke ibu, itulah bu niat nolong malah kita yang jadi korban. Ibu tu bilang mungkin ini ada hikmahnya pak, selalu seperti itu istri ARS ini ngomong,"pungkasnya.

Kepada wartawan, Skd mengaku lega karena telah menyampaikan semua yang ia ketahui saat menjalani pemeriksaan di Polres terkait pencatutan nama Kajari.

"Hand Phone saya pun sudah disimpan penyidik Polres, memang isi percakapan saya dengan si pelaku ini sengaja saya simpan, semoga saja polisi bisa menangkap pelakunya," harap dia.