Bule Naiki Palinggih, Parta Usulkan Penjaga Pura Harus Digaji

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Bule Naiki Palinggih, Parta Usulkan Penjaga Pura Harus Digaji

Laporan: Made Balikini

DENPASAR - Kejadian yang dinilai sangat tidak terpuji itu mendapat sorotan dan tanggapan negative dari berbagai kalangan. Dari Komisi IV DPRD Bali misalnya. Kejadian sepertiitu telah berulang kali terjadi.

Namun, belum ada tindaklanajut yang serius untuk pencegahan. "Ini kejadian untuk kesekian kalinnya. Harus ada langkah yang serius dan konkrit untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi," ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta, Kamis (13/09/2018).

Menurut dia, seharusnya sejakawal harus sudah ada antisipasi dan pencegahan terhadap kejadian serupa. Mengingat, hampir seluruh Pura yang ada di Bali merupakan tujuan wisatawan. Hanya saja, tak semua Pura memiliki penjaga atau Petugas Jaga. Ditambah lagi, banyakjuga wisatawan yang tak menggunakan jasa Guide. Dengan adanya penjaga disetiap Pura, kegiatan wisatawan di dalam Pura bisa terpantau.

"Sebagai antisipasi tamu backpacker yang tidak pakai jasa guide, kita yang bentengi diri. Tempatkan orang di tiap pura Kahyangan Jagat untuk menjaga dan mengawasi aktifitas turis di areal pura. Sing perlu bisa bahasa inggris. Asal ye nagih menek ke pelinggih tinggal bilang 'de ci menek, sing dadi' (Tidak perlu bisa berbahasa Inggris. Bila dia ingin naik ke palinggih tinggal bilang jangan kamu naik, tidak boleh) sambil bentangkan tangan. Ngerti be turisnya (turisnya mengerti)," terangnya.

Setali tiga uang, bukan hanya untuk mengawasi saja. Penjaga juga bisa ditugaskan untuk menarik tiket masuk untuk para wisatawan yang berkunjung ke Pura. "Pelingsir Pura atau Desa Pekraman yang menjadi pengempon, kalau ingin terus mendapatkan uang dari tiket masuk pura, sebaiknya mengangkat tenaga kerja atau petugas yang secara khusus mengawasi wisatawan agar jangan naik ke Pelinggih," tegas Politisi asal Guwang Gianyar ini.

Kendati demikian, Penjaga tak hanya sekedar ngayah, namun perlu diberikan gaji. Melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Desa Adat dari Pemprov Bali, nantinya bisa disisihkan untuk menggaji para penjaga Pura.

"Mestinya Desa Adat setempat menggaji orang untuk berjaga di pura. Angkat pegawai dari pengempon pura untuk mengawasi aktifitas wisatawan. Kan, bantuan desa adat dari propinsi lumayan besar tiap tahunnya, sisihkan sedikit untuk gaji empat orang. Pang sing makin cemar puranya, campah dadi nak Bali. (Agar tidak tercemar puranya. Orang Bali harus peduli). Jangan sampai pariwisata menjadi simalakama, uang dapat tapi kesucian pura terganggu," pungkasnya.