Gereja yang Solider dan Mandiri " Tend Pemimpin Umat 2018

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Gereja yang Solider dan Mandiri " Tend Pemimpin Umat 2018

Sumber Humas Pemda Sanggau

SANGGAU - Sesuai dengan tema yang diusung 'Gereja yang Solider dan Mandiri' lewat paparannnya, Bupati Sanggau membahas bagaimana suatu Gereja bisa solider dan bisa mandiri. Ia menekankan karena manusia hidup berdampingan dan sangat bergantung dengan orang lain. Namun disisi lain, Gereja juga harus mandiri, tidak terus menerus ketergantungan.

"Saya ambil contoh kecil, ketika umat ingin membangun tempat ibadah apapun, umat juga butuh bantuan anggaran dari luar. Tapi umat juga harus mandiri bergotong royong membangun tempat ibadah tersebut. Dan mandiri yang dimaksud disini tidak hanya urusan materi, mental juga harus mandiri. Kalau Gereja kita mandiri, Kita tidak bisa diinterpensi oleh siapapun, dan Gereja Katolik bisa membuktikan itu. Tepuk tangan untuk kita semua, " pungkas Bupati saat jadi pemateri diacara Tendopoli Pemimpin Umat di Megatend, Keuskupan Sanggau (10/9).

Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah mendukung setiap kegiatan keagamaan sesuai dalam visi misi yaitu meningkatkan Sanggau yang Berbudaya dan Beriman, tapi ada batasannya.

"Bantuan Pemerintah untuk pembangunan Gereja atau tempat ibadah lainnya tidak bisa diberikan secara penuh, umat juga harus mandiri bergotong royong mengumpulkan dana agar ada rasa memiliki tempat ibadah yang dibangun, " katanya dihadapan 1864 peserta Tendopoli Pemimpin Umat.

Disisi lain Bupati menyampaikan, ada Gereja jika tidak ada yang pimpin doa pun pastinya tidak lengkap, tapi disinilah peran pemimpin umat untuk menyikapi dan menangani itu. Menurutnya, jika umat selalu bergantung pada pastor, Gereja akan tutup terus karena umatnya malas misa karena tidak ada pastor yang memimpinnya.