PT. LG monopoli Harga TBS Pemerintah Kok Diam

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

PT. LG monopoli Harga TBS Pemerintah Kok Diam

SEKADAU, BRP - Petani Sawit PT. LG atau PT. parna Agro Mas (PAM) keluhkan harga TBS murah. Selain murah, gredingnya juga besar. Informasi yang didapat dari lapangan, perusahaan ini membeli TBS dibawah harga standar (indek "K") yang ditetapkan oleh pemerintah dan Tim penetapan.

Hal ini tentu bertentangan dengan Peraturan Gubernur No. 86 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Indeks dan Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Kalbar, Permentan No. 14/Permentan/OT.140/2/2013 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar dan Permentan No. 01/Permentan/KB.120/1 Tahun 2018.

Salah satu petani sawit PT. PAM Kamasi mengatakan, PT. PAM atau PT. LG membeli TBS hanya berkisar 750 sampai 800 rupiah per kilogram.

Demikian juga yang disampaikan oleh Anton,  salah satu petani PT. PAM kepada awak media ini. Semua petani disini mengeluh dengan harga yang sangat murah gredingnya juga besar," ucapnya.

Mendengar keluhan petani diatas, anggota DPRD Sekadau dari fraksi Hanura dapil 3, Liri Muri, SE menanggapi serius masalah ini.

Liri katakan, dari pihak DPRD fraksi Hanura sangat mengecam hal tersebut, karna perusahaan tidak berpihak kepada maayarakat atau petani dalam pembelian TBS petani.

"Perusahaan ini legalitasnya jelas dan diawasi oleh pemerintah tapi semena-mena dalam penentuan harga. Sementara informasi yang kami dapat, di PT. KSP menerima TBS 1.200 sampai 1.500 rupiah per kilogram. Artinya kesenjangan ini sangat tidak relevan," ucap liri.

Dengan kesenjangan dan perbedaan harga ini kata dia, tentu petani di PT. LG atau PT. PAM menjerit dan kita tidak mau membiarkan hal ini terjadi.

Saya minta pemerintah campur tangan dalam hal tersebut diatas. Penentuan harga TBS ini kan 2 kali dalam satu bulan oleh pemerintah terkait dan Tim penetapan, tapi di PT. LG dalam 4 hari harga bisa berubah. Artinya, ini monopoli namanya," pungkas legislator Hanura ini.

oleh: Asmuni