SIDANG LAPANGAN DIAWALI PENGANIAYAAN

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

SIDANG LAPANGAN DIAWALI PENGANIAYAAN

Oleh: Kliwon Harianto

MEMPAWAH  - Pengadilan Negeri Mempawah pagi ini, Jumat (14/9/2018) melaksanakan sidang lapangan terkait gugatan alas hak berupa sertifikat hak milik nomor 773 yang terletak di kelurahan sungai pinyuh dengan luas 540 M2 dengan pemegang hak penguasaan Tjiu Khian Fo yang digugat oleh Tjin Dji FO (66),Djiu Njuk Kie (59),Tjin Dhie Min (58) yang tak lain saudara kandung dari tergugat.

Gugatan perkara perdata ini telah terdaftar dengan Register nomor 57/G.Pdt/2017/PN-Kbj pada bulan November 2017.

Sidang lapangan PS dari Pengadilan Negeri Mempawah di pimpin oleh bp.ikomang diedik prayoga,sh.m.hum, anwar w.m.sagala,sh dan laura theresia situmorang,sh.
Sebelum wakil ketua PN memulai sidang lapangan datanglah pihak tergugat bernama tjiu tjie fo (63) yang turun dari sepada motor yang dikendarainya dan langsung menyeruduk masuk menuju kedalam rumah dan bikin situasi jadi rusuh.Namun saat ditengah ruangan di hadang oleh kit sun (14) anak dari tergugat dan yuliana " jangan masuk rumah bapak saya. Sidangnya kan diluar. Kamu jangan masuk dengan suara jelas.

Namun dengan arogannya penggugat menarik baju kitsun hingga robek sebelah kiri dan luka sobek ditangan sebelah kiri.

Suasana makin tegang dan nada protes dari ibu korban yang akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Akhirnya para pihak menenangkan suasana dan akhirnya hakim PN memulai sidang lapangan. Belum berselang lama salah satu saksi penggugat yang ikut hadir dilapangan tiba tiba mrngeluarkan bahasa yang tidak sepantasnya "kalau kamu menang nanti Si Penggugat Tersebut Mengeluar Kan Bahasa Yang Meleceh kan. di Hadapan para hakim PN dan warga yang hadir dilokasi.

Namun Sertifikat Tersebut Di Terbitkan  Tahun 1983 Dengan Pemegang Hak Pertama Ludin Naingolan Dan Pada Tahun 1999 Di Beli Dan Balik Nama Kepada Tjiu khian fo. Dengan Akta Jual Beli No 5/2.s .Pyh/1999.tgl 26 April. 1999 Oleh Budi  Effendi. SH

(Kitsun didampingi ibu dan pengacara sedang membuat laporan saat berita ini diturunkan)