Wakapolres Sanggau Kompol Dudung Hadiri FGD Terkait Peran Media Daerah Perbatasan

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Wakapolres Sanggau Kompol Dudung Hadiri FGD Terkait Peran Media Daerah Perbatasan

SANGGAU - Litbang Kementerian Pertahanan RI mengadakan Fokus Group Discussion (FGD) di Kodim 1204 Sanggau Rabu (19/9/2018) Pagi, Terkait Peningkatan Akses Media Massa Wilayah Perbatasan Guna Memperkokoh Nasionalisme.
Kegiatan FGD dihadiri Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksamana Pertama TNI Ir. Agus Rustandi, M.EngSc., MMDS, M.A., Kabid Lingstra Puslitbang Strahan Balitbang Kemhan Dr.Ernalem Bangun, didampingi Mayor Cpm Oktavianus, Napsiati,SE., Andhika Damayanti, S.I.P., M.M, dan Surdi ML, SH.
Kadis Kominfo Kabupaten Sanggau Ir. Yulia Theresia, Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf Herry Purwanto,S.Sos, Kasdim 1204 Sanggau beserta staf, Kepala Kesbangpol Anton,S.Sos,M.Si, Waka Polres Sanggau Kompol Dudung.
Dapat dijelaskan bahwa Media massa adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat. Media Massa memiliki peran yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, mengingat fungsinya untuk menyebarkan dan menyirkulasikan informasi. Dalam praktiknya, objektivitas media massa dalam menyampaikan suatu realitas kepada khalayak selalu menjadi bahan diskusi dan perdebatan.
Media massa sangat berpengaruh dalam membentuk kerangka berpikir manusia kerena media massa memberikan pengetahuan bagi manusia untuk menetapkan pilihannya. Pengaruh media massa memberikan dampak positif dan juga dampak negatif.
Dampak positifnya, melalui media massa masyarakat mendapatkan informasi tentang masalah sosial, politik, ekonomi, teknologi dan lain sebagainya, baik dari dalam maupun luar negeri. Berbekal informasi tersebut, masyarakat pun dapat mengambil tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan untuk menghadapi perubahan situasi di sekitar mereka sedangkan dampak negatifnya, kerap kali muncul dikarenakan adanya kepentingan politik pemilik media massa, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat bias dan tidak berimbang. Terlebih pada era demokrasi saat ini, di mana media-media massa kerap kali memiliki afiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
Sebagai contoh, Metro TV yang menjadi saluran untuk menyiarkan kegiatan partai Nasdem; RCTI menyiarkan kegiatan partai Perindo; dan beberapa media lain. Di samping hal tersebut, penyiaran berbau kekerasan dan pornografi juga masih kerap terjadi, sehingga berpengaruh negatif kepada masyarakat.
Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksamana Pertama TNI Ir. Agus Rustandi, M.EngSc., MMDS, M.A., menambahkan bahwa terkait penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana komunikasin media massa di daerah perbatasan, mengetahui intensitas informasi yang diterima oleh masyarakat perbatasan dari media massa dalam negeri, mengetahui intensitas informasi yang diterima oleh masyarakat perbatasan dari media massa di negara tetangga, serta untuk mengetahui peran media massa dalam memperkokoh nasionalisme masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya di kabupaten sanggau-Kalbar,(jelasnya).
Kadis Kominfo Kabupaten Sanggau Ir.Yulia Theresia menjelaskan bahwa terkait hubungan kerjasama antara pemerintah daerah dengan media massa sudah berjalan dengan baik sejak lama dan pihak media sangat kooperatif dalam pemberitaan kegiatan pemerintahan daerah kabupaten sanggau selama ini.
Disamping itu, setiap perwakilan dari media massa rata-rata mengutarakan bahwa pemberitaan media massa sudah berjalan baik selama ini, kemudian untuk media cetak untuk jangkauan ke desa-desa masih mengalami kendala khususnya wilayah perbatasan namun untuk Pusat kecamatan sudah tersedia.
Sedangkan media online masyarakat sudah dapat mengakses informasi melalui HP/gadget yang rata-rata masyarakat sudah memilikinya, untuk televisi khususnya Ruai TV dan TVRI jika masyarakat sudah memiliki TV yang pemancarnya menggunakan parabola maka masyarakat yang bersangkutan dapat menonton siarannya.