Rugikan Daerah, Penerimaan CPNS Harus Dikaji Ulang

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Rugikan Daerah, Penerimaan CPNS Harus Dikaji Ulang

SINTANG - Pengamat Hukum UNKA Sintang, Victor Emanuel mengatakan Pemerintah Daerah Kabupaten dan kota di PrProvinsi Kalbar jangan tinggal diam terhadap fenomena hasil test cpns tahun 2018 yang tidak memenuhi passing grade.

Indonesia negara majemuk tidak bisa serta merta semua kebijakan termasuk rekruitmen CPNS diberlakukan seragam untuk passing gradenya.

Pemerintah pusat harus memahami ini. Peserta test cpns 2018 yang tidak masuk passing grade, tidak bisa kita mengatakan mereka bodoh akademik. Persoalan ini mirip mirip UN untuk sd, smp, sma/smk.

Tidak bisa peserta yang dari Sintang kalbar disamakan passing gradenya dengan Peserta Jabodetabek atau di jawa.

"Kita jangan mudah mengatakan peserta test cpns di luar jawa seperti di kalbar itu rendah akademiknya, kami tidak sependapat," tegas Victor.

Test ini mirip dalam ruang kelas, dimana ada yang memang rangking terus dan ada yang tidak pernah rangking kelas, suatu ketika diadakan ulangan, bisa saja yang dapat rangking nilai bagus dan yang ttidak pernah dapat rangking nilainya tidak bagus, atau bisa sebaliknya.

Oleh sebab itu test cpns 2018 ini perlu dikaji ulang prosesnya, standarnya jangan diseragamkan (ingat Indonesia ini majemuk). Perlu ada program pra tes cpns semacam simulasi atau apapun modelnya. Apalagi sistem CAT, peralihan dari yang manual ke mileneal harus dipertimbangkan juga. Yang jelas pola test cpns perlu di evaluasi.