Pertemuan Temenggung Internasional di Sintang Sukses

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Pertemuan Temenggung Internasional di Sintang Sukses

Melalui Conferensi Temenggung International Trought International Temenggung Conference We Preserve And Enforce Dayak Costumary Law System As Bluprint Of Behaviour To Weave Harmony To God The Creator Among Human Being And Nature"

Laporan: Rufina Sekunda

SINTANG - Baru-baru ini tanggal 28 sampai 30 Nopember 2018 bertempat di Gedung Pancasila Sintang telah di helat sebuah acara akbar bagi masyarakat Dayak Borneo yaitu pertemuan temenggung masyarakat adat Dayak internasional.

Acara akbar ini diprakarsai oleh Bapak Drs. Askiman, MM wakil bupati Sintang yang diketuai oleh Bapak Abdul Syufriadi, SH, M.Si, yang dihadiri temenggung masyarakat adat seborneo, termasukd ari Sarawak, Sabah Malaysia, Philipine, Cambodia. Dibuka oleh asisten 4 Gubernur Propinsi Kalmantan Barat.

Adapun keynote speaker dan materi Konferensi Internasional dalam conference ini adalah:
I. Tinjauan antropologi dan sosiologi hukum adat dayak dan kaitannya dengan sistem pertanian, sistem kebudayaan dan adat istiadat, sistem nilai, norma-norma, larangan-larangan atau batasan dan sebagai pedoman atau aturan dasar dalam kehidupan sosial masyarakat dayak.

1. Dosen Antropologi dan Sosiologi, UGM Yogyakarta, Indonesia.
DR. JJ. Husni (Perancis)
2. Prof. DR. Thamrin Tomagola
3. Prof. DR. Jayum (Usaha Kecil Menengah – Kuala Lumpur, Malaysia)
4. DR. Marco Mahin (Dosen Univ Palangkaraya, Indonesia) Dalam kesempatan ini diketuai oleh Bapak Drs. Agus Clarus selaku steering comitee
II. Hubungan tata hukum adat dengan tata hukum nasional, pertentangan dan relasi positif
serta implikasinya terhadap keberlakuannya secara internal dalam masyarakat adat Dayak
dan daya terima keberlakuannya secara eksternal oleh masyarakat bukan dayak di era
masyarakat pluralis, wilayah penegakan hukum adat (dimana bumi dipijak, disitu langit
dijunjung).
5. Prof. DR. Tambun Anyang dan Salpius Seko
III. Dosen Tata Hukum Adat, Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Indonesia
Keberadaan Temenggung di Sarawak, Praktik penegakan hukum adat oleh Temenggung, PosisiTemenggung sebagai penegak hukum adat dan daya terima putusan hukum adat terhadap hukum negara dan penegak hukum negara, Prospek Temenggung di Sarawak pada masa mendatang dan perlunya menghidupkan kembali praktik penegakan hukum adat oleh Temenggung.

6. DR. Paul Raja (President of Dayak National Congress / DNC)
7. Michael M.Jok (President of Society Rights of Indigenous People of Sarawak / SCRIPS).
IV. Keberadaan Temenggung di Sabah, Praktik penegakan hukum adat oleh Temenggung,
Posisi Temenggung sebagai penegak hukum adat dan daya terima putusan hukum adat
terhadap hukum negara dan penegak hukum negara, Prospek Temenggung di Sabah pada
masa mendatang dan perlunya menghidupkan kembali praktik penegakan hukum adat oleh
Temenggung.

V. Peran generasi muda Dayak untuk melanjutkan dan mewariskan hukum adat sebagai jati
diri Dayak, menjaga, memelihara, menghormati, mengamalkan dan menegakkan nilai-nilai
kebudayaan Dayak sebagai satu kebanggaan dan sebagai satu ciri atau identitas di era
millennial, era masyarakat dunia sekarang dan nanti.

8. DR. Jeffrey Kitngan (President of Borneo Dayak Forum / BDF)
9. DR. Ben Topin (Secretary General of Kadzandusun Cultural Association / KDCA)
VI. Peran generasi muda Dayak untuk melanjutkan dan mewariskan hukum adat sebagai jati diri Dayak, menjaga, memelihara, menghormati, mengamalkan dan menegakkan nilai-nilai
kebudayaan Dayak sebagai satu kebanggaan dan sebagai satu ciri atau identitas di era
millennial, era masyarakat dunia sekarang dan nanti.
10. Ambrose Atama Katama (Head of Youth Council of BDF)
11. Benjamin Effraim (Directur of Institute of Dayakology)
VII. Studi kasus dan pengalaman Temenggung dalam menegakkan hukum adat Dayak,
kesulitan dan tantangan yang muncul dan cara menyelesaikannya secara adil (disajikan
oleh Temenggung yang mewakili Tuan Rumah/Sintang).
12. Temenggung dari salah satu Binua di Kabupaten Sintang.
13. IDEM – presented by represent of Temenggung from Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan and Kalimantan Tengah.
VIII. Keperluan membentuk organisasi atau persatuan Temenggung Internasional atau Borneo untuk menjaga dan memelihara adat istiadat dan kebudayaan Dayak untuk sekarang dan masa mendatang.

14. Drs. Askiman, MM. (Deputy Regent of Sintang District)
Telah terbentuk Dayak International Justice law yang menjadi kesepakatan dalam pleno yang di buat dan dihadiri dari amsing-masing utusan temenggung seborneo.