36 Orang Kena Razia Pekat, 3 Warga Tiongkok Tanpa Identitas dan 1 PSK Bawah Umur

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

36 Orang Kena Razia Pekat, 3 Warga Tiongkok Tanpa Identitas dan 1 PSK Bawah Umur

Foto: WNA asal tiongkok yang diamankan tim gabungan dalam razia pekat menjalani rapid test, Sabtu (17/7/2020).

Oleh: Firmus

SANGGAU - Tim gabungan dari Sat Pol PP, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau (DinsosP3AKB), Polsek dan Koramil Tayan Hilir, serta Puskesmas Tayan Hilir melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah hotel, penginapan, cafe dan kos - kosan, Jumat (17/7/2020) malam.

Petugas mengamankan 63 orang. Rinciannya adalah laki - laki 24 orang dan perempuan 39 orang. Dari jumlah itu, tujuh orang pekerja cafe, tiga orang bukan pasangan suami istri, satu orang anak dibawah umur yang disinyalir dipekerjakan sebagai PSK di salah satu cafe dan sisanya diamankan di kos - kosan..

"Untuk anak - anak yang dibawah umur yang kami duga dipekerjakan sebagai PSK karena di anak ini diminta melayani tamu minum dan dilokasi tersebut ditemukan juga tempat khusus untuk melakukan perbuatan asusila," kata Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Sat Pol PP Sanggau, Wendi Very Nanda usai razia, Sabtu (18/7/2020).

Petugas juga mengamankan Tiga warga negara asing (WNA) asal Tiongkok karena tidak memiliki kartu identitas maupun paspor.

"Kami mengalami kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena tidak bisa berbahasa Indonesia. Informasi yang kami peroleh sudah empat bulan mereka di Tayan. Mereka ini sedang melakukan penelitian di salah satu perusahaan di daerah Beginjan, tapi tidak memiliki paspor, hanya surat seperti proposal," ungkap Wendi.

Selanjutnya, ke tiga orang WNA tersebut diserahkan Sat Pol PP ke pihak Kecamatan dan Polsek setempat.

Semua yamg terjaring di bawa ke Kantor Camat Tayan Hilir untuk di lakukan rapid test dan pemeriksaan HIV. Dari hasil pemeriksaan rapid test tersebut semuanya non reaktif.