BNN Sanggau Gelar Rakor Anti Narkoba

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

BNN Sanggau Gelar Rakor Anti Narkoba


LAPORAN WARTAWAN BETANG RAYA POST,  AGUSTINUS ANDI
SANGGAU - Masalah penyalah gunaan narkoba di dunia bahkan diIndonesia,masih menjadi suatu masalah penting, yang berpotensi merusak sumber daya manusia dimana dan kapanpun.

Hal tersebut dikatakan Kepala BNN AKBP Ngatiya,ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintahan Tahun 2020 di Hotel Narita Sanggau, Rabu (22/7/2020).

Menurut Laporan Nakotika Dunia, Word Drugs Report 2017, estimasi jumlah penyalahguna narkotika di dunia (usia 15-69 tahun) sebesar 255 juta dengan angka kematian 190.000 mati per tahun atau 512 pecandu mati per hari. Mayoritas pecandu (74%) menyalahgunakan narkotika jenis ganja dan 800 narkotika jenis baru yang beredar ke berbagai negara.

Menurut hasil survey Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika oleh BNN dan Puslitkes UI (2018) di 34 Provinsi di Indonesia, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 2,1 % atau diestimasikan 3 juta penduduk Indonesia usia 10-59 tahun menyalahgunakan narkotika, dengan angka kematian 30 orang per hari.

Dengan kondisi negara kita darurat narkoba sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI, sudah selayaknya kita berupaya semaksimal mungkin untuk bersinergis dalam dan selaras dalam menangani penyalahgunaan dan peredaran gelap nerkotika sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing masing.

Ir.Kukuh Triyatmaka, MM Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau  sebagai narasumber menyampaikan meningkatnya jumlah pengguna narkoba ini tentunya harus kita kendalikan bahkan harus kita hilangkan. Tentunya perlu meningkatkan kualitas pembangunan yang berkeadilan melalui pengembangan dan penguatan SDM serta pemberantasan narkoba.

Dalam membangun SDM (Sumber Daya Manusia) harus meningkatkan kualitas yang ditandai peningkatan IPM, kemudian menigkatnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, memanfaatkan kearifan local yang tercermin dalam meningkatkan peradaban harkat dan martabat manusia dan menguatnya jati diri dan kepribadian masyarakat.

untuk mewujudkan tantangan tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tangguh. Karena SDM merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara.

“Mewujudkan SDM yang unggul dan tangguh harus dilaksanakan sedini mungkin yaitu dengan melindungi dan menjaga anak-anak kita agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan Negara,”