Rupinus : Kenapa Penting Membangun Kantor Desa, Karena Tidak Mungkin Kepala Desa Berkantor di Rumah

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Rupinus : Kenapa Penting Membangun Kantor Desa, Karena Tidak Mungkin Kepala Desa Berkantor di Rumah


Sumber Humas Pemkab Sekadau

SEKADAU - Senin pagi 24 Agustus 2020 tepat pukul 09.00 wib, Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si didampingi Camat Nanga Taman Paulus Ugang, S.AP. MM  meresmikan secara resmi penggunaan Kantor Desa Nanga Engkulun  Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Peresmian  Kantor Desa Nanga Engkulun yang dilakukan oleh orang nomor satu di bumi lawang kuari ini ditandai dengan pembukaan tirai plang kantor desa, pengguntingan pita dan penandatangan prasasti.
Sebelum mersmikan kantor desa, kedatangan bupati Sekadau dan rombongan doisambut antusias oleh masyarakat desa nanga engkulun dengan prosesi upacara adat, pemancongan buluh muda, minum tuak sumpok dan tari-tarian adat.
Bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya mengucapkan selamat  kepada masyarakat desa Nanga Engkulun Kecamatan Nanga Taman karena sudah memiliki kantor desa yang representatif. “Jadi selamat kepada masyarakat desa nanga engkulun yang pada hari ini sudah resmi memiliki kantor desa yang representiatif. Kantor desa ini dibangun tahun 2018 yang bersumber bantuan dari keuangan pemerintah kabupaten sekadau sebesar 200 juta. Saya berikan apresiasi atas semangat kepala desa nanga engkulun yang luar biasa,” tutur Bupati Sekadau.
Menurut Bupati Sekadau, kenapa penting membangun kantor desa. Karena tidak mungkin kepala desa berkantor di rumah, kemudian bagaima bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kalau tidak ada kantor desa. “Kenapa kita penting membangun kantor desa, tidak mungkin kepada desa berkantor di rumah, bagaima bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat kalau tidak ada kantor desa. Kemarin itu ribu di media sosial, banyak yang protes bahwa kantor desa tidak perioritas, tapi bapak-bapak kepala desa luar biasa, kami tidak mau kalau pembangunan kantor desa itu ditunda, karena bapak kepala desa yang merasakan sendiri. Kalau ada yang mengatakan bahwa itu tidak perioritas.
“Ini kita membangun desa, salah satunya yang kita perhatikan adalah kantor desanya. Bagaimana bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan baik kepad  masyarakat kalau tidak ada kantor desa. Ini puji tuhan di nanga taman tahun ini ada 2 kantor desa  yang akan dibangun yaitu nanga mongko dan tapang tingang. Jadi dari 13 desa di kecamnatan nanga taman, tinggal 1 kantor desa yang belum, tahun 2021 seelsai. Jadi selamat kepada masyarakat desa nanga engkulun, tolong dijaga, dipelihara benar-benar apalagi ini udah ada listrik ada internet jadi luar biasa.,” papar Bupati Sekadau lulusan univeristas indonesia ini.
Lebih lanjut dikatakan bupati,  dulu  untuk membangun kantor desa diperlukan anggaran sekitar 300 sampai 400 juta, dan mulai tahun 2017 pembangunan kantor desa dibuat dengan sistem penjunjukan langsung. “Kita bangun kantor desa dengan sistem PL dengan pagu dana 200 juta cukup. Sebelumnya pembangunan kantor desa dengan sistem tender, tapi dalam prosesnya terjadi lelang dan tembak menembak. Saat sistem lelang kita membangunkan kantor desa anggarannya diatas 300 sampai 400 juta, aakhirnya yang 300 juta sampai 400 juta itu jatuh-jatuh 200 juta juta lebih juga, yang namanya lelang bapak ibu tau sendiri tembak menembak,” ujarnya.
Lanjut Bupati, kalau dulu 1 kecamatan satu kantor desa  kita anggarkan tiap tahun, jadi kalau 7 kecamatan 7 kantor desa setiap tahun,  tapi dibuat dengan dibuat 200 juta, satu tahun bisa dibangun 14 kantor atau masing-masing 2 kantor desa setiap kecamatan. 
Senada dengan itu, kepala Desa Nanga Engkulun Marsianus dalam sambutannya mengatakan, Dengan adanya kantor desa ini akan menambah semangat  para perangkat desa untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kinerja perangkat desa.  “Walaupun ada teman-teman yang mengatakan kantor desa itu belum perioritas, tapi bagi saya kantor desa itu sangat penting, apalagi dijaman sekarang ini semua data online,  tidak mungkin kepala desa atau perangkat desa mengerjakan atau melayani masyarakatnya di rumah. Semua data diminta oleh pemerintah kecamatan menggunakan online. Berkat ada internet desa, dulu desa nanga engkulun sering terlambat mengirimkan data, tapi sekarang berkat ada internet dan kantor desa yang baru sudah mulai naik 50 persen.
Marsianus berharap semoga dengan kantor desa yang baru saja diresmikan oleh Bupati memberikan semangat kepada para aparatuir desa dalam memberikan pelaynanan kepada masyarakat. “Mudah-mudahan dengan kantor desa yabng baru ini kami pun bersemangat dengan slogan bersemangat, maju, mandiri mereka.,”
Dalam laporannya juga Marsianus merinci iaya yang digunakan dalam pembangunan kantor desa. Dikatakannya Pembangunan kantor desa ini menelan biaya sebesar Rp 290 juta. Bantuan dari Kabupaten Sekadau berjumlah 200 juta dan anggaran dana desa tahun 2019 berjumlah Rp 90 juta.
Camat Nanga Taman, Paulus Ugang menjelaskan, untuk kecamatan Nanga Taman sudah 10 kantor desa yang selesai dibangun di tahun ini (2020).
"Saya bangga terhadap pemerintah daerah Sekadau, untuk kecamatan Nanga Taman sampai detik ini ada 10 kantor desa yang sudah selesai dibangun, sisa 3 lagi yg belum selesai, dan tahun 2020 ni 2 kantor desa akan dibangun jadi sisa 1 kantor desa lagi," jelas Paulus Ugang.
berbagai prograpemerintah kabupaten sekadau yang muaranya semua berpihak kepada masyarakat. “kami sangat berbangga dengan program pemerintah kabupaten sekadau. Masyarakat engkulun mari kita bahu membahu, gotong royong apa yang isa kita lakukan untuk kemajuan desa nanga engkulun.