Nambang Emas Tanpa Ijin Jelas Dilarang

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Nambang Emas Tanpa Ijin Jelas Dilarang


Foto: Anggota Sat Reskrim Polres Sanggau di Sungai Kapuas Kedesaan Nanga Biang. Tidak ada aktivitas penambangan emas ilegal

Oleh: Tim


SANGGAU - Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Yafet Efraim Patabang, SH. S.IK turun langsung ke Dusun Sebongkup dan Dusun Nanga Biang Desa Nanga Biang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat terkait adanya aktivitas penambangan emas ilegal.


Informasi ini sebelumnya sempat mencuat di media sosial dan memantik Sat Reskrim Polres Sanggau terjun ke lokasi.


Sesampai di lokasi penambangan di pesisir sungai kapuas tidak ditemukan mesin penambang emas.



Informasi yang dihimpun dari warga setempat para penambang sudah melarikan diri di daerah luar wilayah hukum Polres Sanggau.


"Namun demikian, apapun bentuknya menambang emas ilegal tetap kita larang sesuai aturan yang berlaku,"tegas Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Yafet Efraim Patabang, SH, S.IK didampingi Kanit Tipidter, Haryanto.


Ditempat terpisah, Kades Nanga Biang Muardi membenarkan adanya aktivitas penambangan emas tanpa ijin di wilayah desanya tepatnya di Dusun Nanga Biang. 


"Awalnya kita dengar ada beberapa set mesin PETI. Setidaknya sudah 10 hari para penambang ilegal ini beraktivitas namun sudah pindah yang kita juga tidak tau pindah kemana, yang jelas sudah tidak lagi beraktivitas di kedesaan Nanga Biang,"ungkap Muardi.


"Hari ini (Rabu, 21/10/2020) para penambang sudah menghentikan aktivitasnya,"tambah Muardi.


Menurutnya, pemilik mesin tambang ilegal ini dari luar kota Sanggau, yakni Sintang.


Ditempat terpisah Kapolres Sanggau AKBP Raymond Marcellino Masengi,S.IK. MH membenarkan anggotanya turun ke lapangan mengecek langsung informasi adanya aktivitas penambangan emas ilegal.


"Para penambang emas ilegal itu tidak ada. Namun demikian kita menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi aturan yang berlaku untuk tidak menambang secara ilegal,"himbanya.