Korupsi Dana PKH, Penyidik Kejari Sanggau Geledah Rumah Tersangka P dan BRI Tayan Hilir

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Korupsi Dana PKH, Penyidik Kejari Sanggau Geledah Rumah Tersangka P dan BRI Tayan Hilir


Penyidik Kejari Sanggau saat melakukan penggeledahan di kantor BRI Unit Tayan Hilir, Kamis (29/4/2021).




SANGGAU - Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus mengatakan anggotanya sudah melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar yakni rumah tersangka P dan BRI Unit Tayan Hilir terkait kasus dugaan korupsi penyimpangan pengelolaan dana kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sanggau tahun anggaran 2017-2020.



Tim terdiri dari 12 orang penyidik, dibagi 2 tim masing-masing 6 orang. Penggeledahan di rumah tersangka P di Dusun Cempedak, Desa Cempedak dipimpin Kasi Pidsus dan di BRI Unit Tayan Hilir dipimpin Kasi Intel.


"Penyidik masih terus bekerja untuk mencari bukti tambahan. Hingga kemarin, hitungan sementara kerugian negara dari 15 desa senilai Rp 1,8 miliar,"ungkap Tengku Firdaus. 



Penyidik Kejaksaan Negeri Sanggau telah menerapkan dua orang sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi PKH Tayan Hilir, masing-masing berinisial P dan TYS. Saat ini, kedua tersangka selaku pendamping PKH wilayah Tayan Hilir dititipkan di Rutan Kelas IIB Sanggau.


Para tersangka ini mempunyai kewajiban melakukan koordinasi dengan petugas bayar dari pihak perbankan sebagai mitra penyalur pelaksanaan bantuan sosial PKH tersebut. Fakta hukumnya, dari hasil penyidikan, tersangka tidak memfasilitasi penyaluran dana program harapan tersebut kepada para keluarga PKH dimaksud sebagaimana surat ketetapan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.


Dana itu (Bansos PKH) digunakan untuk kepentingan pribadi. Caranya, mereka tidak menyerahkan kartu keluarga sejahtera dan tabungan dari pihak bank kepada para penerima. Melainkan diambil oleh tersangka. Para penerima bantuan ini baru menerima KKS pada tahun 2020. Sebelumnya tidak pernah diberikan kepada penerima PKH. Sementara saat ini, saldo (di rekening penerima PKH) hanya tersisa untuk bantuan tahun 2020.


"Saya menghimbau kepada keluarga jika ada yang telephone mengataskan Kajari atau tim penyidik meminta sesuatu kepada keluarga tersangka jangan dituruti. Saya pastikan itu tidak ada, karena sudah ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaat situasi ini untuk melakukan penipuan meminta sesuatu kepada keluarga tersangka dengan janji membebaskan tersangka dari Rutan,"himbau Kajari Sanggau Tengku Firdaus.