Sandung Desa Lintang Tambuk Bukti Sejarah Budaya Dayak Kalimantan Barat

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Sandung Desa Lintang Tambuk Bukti Sejarah Budaya Dayak Kalimantan Barat



Oleh Rufina Sekunda



PONTIANAK - Apa itu kebudayaan? Menurut Ki Hadjar Dewantara, dari asal perkataannya maka kebudayaan berarti ‘buah budi’ manusia. 


Dan karenanya, baik yang bersifat lahir maupun batin, selalu mengandung sifat-sifat keluhuran dan kehalusan atau keindahan, ethis dan aesthetis, yang ada pada hidup manusia umumnya. 



Seminar Kajian Koleksi Museum Provinsi Kalimantan Barat tentang Sanokng Sandung Dayak Kebahatn Desa Lintang Tambuk Kecamatan Kayan Hulu, Sintang Kalimantan Barat.


Bertempat di ruang pertemuan Hotel IBIS Pontianak Seminar Kajian Koleksi Museum ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat , Drs. Sugeng Hariadi, MM, menghadirkan nara sumber Drs. Askiman, M.M, tokoh Masyarakat Dayak Sintang, Rufina Sekunda, S.Pd Duta Rumah Belajar Propinsi Kalimantan Barat, bertindak sebagai moderator  Dedy Ari Asfar, M.Lett.



Seminar ini dilaksanakan sebagai bagian dari program kerja UPT. Museum Provinsi Kalimantan barat yang dalam sambutanya Kepala Museum, Hj. KusmidarTriwati, S.Sn, M.Sn berharap dapat membuat pemetaan yang baik dan bisa terakses segala macam informasi tentang peninggalan warisan budaya Sandung di provinsi Kalimantan Barat.


Antusias dan respon positif dari peserta seminar terjadi saat forum diskusi tanya jawab, merespon tulisan dan paparan yang di bawakan oleh tim pengakaji Sandung Dayak Kebahatn, disusun oleh Nurbaiti, S.Pd dan Junita Deputri, S.Sos.


Budaya suku Dayak memang sangat indah dan tidak akan pernah habis untuk diceritakan, tim Kajian Koleksi Sandung, berhasil memproyesikan seperti apa Sandung yang masih berdiri kokoh di Desa Lintang Tambuk sebagai bukti sejarah mencatat, dulu suku Dayak Kebahatn begitu mencintai adat tradisi leluhurnya, dengan memberikan penghormatan paling tinggi pada ritual kematian bagi kerabatnya.

Diadakan seminar kajian koleksi ini untuk menjaring saran dan masukan dari para ahli, praktisi, akademisi, pengamat, pemangku kebijakan bidang kebudayaan dan masyarakat, agar Sandung bisa di tetapkan sebagai warisan Cagar budaya, sehingga nilai historis, moral value, dan kekayaan intelektual suku Dayak Kebahatn dapat dikenal dan menjadi kekayaan budaya Indonesia.