Yessy Dukung Petani Milenial Perbatasan Lakukan Ekspor Komoditi Pertanian

Iklan Semua Halaman

Betang Raya Post - Suluh Perjuangan Rakyat Kalimantan

Yessy Dukung Petani Milenial Perbatasan Lakukan Ekspor Komoditi Pertanian



Oleh Firmus



ENTIKONG - Kegiatan Akselerasi ekspor komoditi pertanian dalam rangka pencapaian gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) Di Kalimantan Barat bekerjasama Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Entikong dan Badan Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak, Kamis 2 Desember 2021.


Hadir bea cukai Sanggau, Kadis perindustrian dan perdagangan Kalbar, Kadis tanaman pangan dan horti Sanggau, Kubin, SP. M.Si. Kepala Adm PLPN Entikong Viktor, Kepala Pelayanan Bea dan Cukai Entikong, DPRD kab. Sanggau Fraksi Nasdem Krismono.


Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak Drh. Amir Hasanudin mengatakan, akeselari Ekspor Komoditi Pertanian dalam Rangka Pencapaian Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GARTIEKS) di Kalimantan Barat merupakan Gerakan Menteri Pertanian SYL dalam rangka mensejahterahkan Petani dan memberikan sumbahsih ekonomi bagi negara dari sektor Pertanian.


Ekspor komoditi pertanian di Kalimantan Barat sudah sangat banyak namun kedepan harus terus ditingkatkan, sekaligus memastikan kesejahteraan petani.


Tercatat sesuai laporan Kepala Stasiun Karantina Entikong Kelas I Drh. Yongki bahwa sesuai yang tercatat di sistem IQFAST Badan Karantina Pertanian di Perbatasan TA 2019 sebanyak 104 komoditi pertanian dengan nilai ekonomi ekspor 1,3 triliun rupiah. 


TA 2020 sebanyak 315 miliar rupiah dgn 81 komoditi ekspor.


Tentu harapannya kedepan setelah bimtek ini, nilai ekspor dan komoditinya bisa ditingkatkan. Petani milenial semakin berdaya dan maju. 


Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sanggau Syafirmansyah menjelaskan potensi perkebunan dan pertanian yang sangat besar. Komoditi ekspor dari Sanggau sudah dikenal diberbagai negara. Sebut saja Walet, Durian, Lada, Pinang, Cangkang Kelapa Sawit, Karet, dll.


Disisi lain, saat semua sektor jatuh karena pandemi. Sektor Pertanian tumbuh positif. Nilai tukar petani Kalbar mencapai 137; artinya bahwa kesejahteraan petani ditengah pandemi meningkat. 


Kedepan tidak hanya 3 kali lipat ekspor bahkan jauh lebih banyak lagi. Komitmen dinas juga akan mendukung petani milenial untuk penyiapan produk yang berkualitas. 


Sementara itu, anggota DPR RI Yessy mendorong Petani Milenial Sanggau, Siap Jadi Petani Sukses.


Sebagai Masyarakat Perbatasan, Anak-anak Muda dan Petani harus berani mengakselerasi produk komoditi pertanian sebagai komoditi ekspor.


Komoditi Strategis Pertanian Perbatasan mulai dari Olahan Kepala ( CPO, Coconut Kering, Serabut Kelapa, dll), Olahan Kepala Sawit, Pinang, Lada, Jamur, Karet, dll. Harus didorong untuk diolah menjadi produk ekspor unggulan petani anak muda Sanggau. 


"Jangan takut, saya datang untuk memastikan Dinas, DPRD, pemprov, dan Balai Karantina untuk berkolaborasi dan memfasilitasi petani muda agar bisa ekspor,"tegas Yessy.


Kedepan peningkatan ekonomi karena adanya komoditi ekspor pertanian harus memastikan kesejahteraan petani, jangan lagi jatuh pada tengkulak dan pengusaha dari luar daerah.


Bertani Anak muda tidak lagi panas-panas dan harus mencangkul kena lumpur. Kemampuan dasar itu memang harus dimiliki petani. Namun kedepan harus ada pelibatan teknologi dan alat pertanian modern oleh petani milenial.


Selain itu Yessy mengaplikasi Nilai tukar petani NTP di Kalimantan Barat yang mencapai 137 diatas NTP Nasional. Tentu semua tidak lepas dari kerja keras kementerian pertanian dan seluruh petani Kalimantan Barat.